Kopi Tambora, Warisan Yang Mendunia

Kabupaten Bima, Kahaba.- Selain dikenal karena letusan gunung yang menggemparkan dunia, Kawasan Tambora Kabupaten Bima pada masa lampau tercatat dalam sejarah memiliki warisan yang mendunia. Warisan itu yakni Kopi Biji Merah Tambora. Kopi jenis Arabica yang dikenal langka tersebut saat ini sudah bisa dinikmati masyarakat dalam seduhan air hangat.

Tambora Kopi4

Tambora Redstone Coffee dalam bentuk kemasan hasil produksi Babuju Mandiri. Foto: Ady

Babuju Mandiri di bawah binaan Komunitas Babuju mengemasnya menjadi oleh-oleh apik khas Bima dengan branding Tambora Redstone Coffe. Sebuah produk olahan rumah tangga yang kemas menarik dan kini mulai mendunia seperti sejarah Gunung Tambora.

Ketua Komunitas Babuju, Zulhaidin mengatakan, meski Tambora Redstone Coffe merupakan produk lokal baru, tetapi sejatinya Kopi Tambora telah dikenal sejak lama. Bahkan, merupakan komoditi unggulan yang diperdagangkan lintas dunia pada masa lampau. Warisan sejarah itu, masih bisa kita lihat di Kecamatan Tambora dengan keberadaan kebun kopi yang masih terus dijaga dan dilestarikan.

“Kita juga bertujuan ingin membangkitkan geliat usaha produk lokal dalam bingkai inovasi yang penuh kreatifitas sehingga bisa Go Nasional bahkan Internasional,” terang pria yang akrab disapa Rangga Babuju ini.

Pegiat sosial ini mengaku, beberapa bulan terakhir, animo pemesan Tambora Redstone Coffe (TRC) semakin tinggi. Untuk menjaga keamanan kandungan TRC yang disajikan, Tim Gabungan Labkesda (Laboratorium Kesehatan Daerah) Kota Bima telah melakukan kunjungan resmi di rumah produksi dan rumah kemasan TRC beberapa waktu lalu.

“Tim telah melakukan berbagai pemeriksaan, mulai dari jenis kopi, hasil sortiran, alat produksi, alur produksi, tekhnik penggorengan, alat pengemasan hingga cara pengemasan,” akunya.

Sekda propinsi NTB saat memamerkan Tambora Redstone Coffee. Foto: Ady

Sekda Propinsi NTB saat memamerkan Tambora Redstone Coffee. Foto: Ady

Kata dia, tim melakukan pengecekan dan pemeriksaan secara teliti. Kemudian melakukan pencatatan-pencatatan. Hal itu dilakukan atas permohonan dari Babuju Mandiri guna mendapatkan ijin produksi serta keterangan layak produksi. Dari hasil pengamatan dan pengecekan secara detail tersebut, TRC dipastikan sudah layak masuk Pasar Nasional.

“Hasil uji laboratorium memastikan bahwa TRC layak dikonsumsi dan bisa bertahan dalam waktu satu tahun. Itu dibuktikan dalam bentuk Sertifikasi Layak Konsumsi dari Labkesda,” terangnya.

Bagaimana soal pemasaran TRC ? Rangga mengaku, sejak awal diproduksi TRC mendapatkan respon yang sangat baik dari masyarakat, terutama penikmat kopi hitam. Baik dari dalam daerah maupun luar daerah, bahkan telah dikirim ke sejumlah negara.

“Berbagai daerah di Indonesia sudah memesan TRC. Seperti Jakarta, Jogjakarta, Malang, Surabaya, Bali, Mataram. Sementara di luar negeri sudah ke Amsterdam, Belanda, Hongkong, Jepang, Malaysia dan China,” akunya.

Pemasaran TRC sambungnya, saat ini dilakukan secara online melalui media sosial, pemasaran langsung maupun dengan mitra usaha Babuju Mandiri. Untuk dapat memesan dan menikmati TRC, pelanggan bisa memesan langsung di Rumah Produksi Babuju Mandiri di Kelurahan Santi Kota Bima dengan nomor kontak, 085299886619.

“TRC juga bisa diperoleh di ruang VIP Bandar Udara Sultan Salahuddin Bima, juga bisa dapatkan di Toko Wallpaper Samada Decor, Kota Bima,” tambahnya.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *