N. Marewo Beli Lukisan Ridwan Manantik Seharga Rp 70 Juta

Kota Bima, Kahaba.- Lukisan pacuan kuda dengan ukuran 120 cm x 140 cm, karya Pelukis Ridwan Manantik seharga Rp 70 juta laku terjual. Pembeli yang berani merogoh kocek sebanyak itu yakni Sastrawan, N. Marewo. (Baca. Bontomaranu Gelar Diskusi Budaya ‘Aku Adalah Bima’)

N. Marewo saat membeli lukisan Ridwan Manantik seharga Rp 70 juta. Foto: S R Yadien

N. Marewo saat membeli lukisan Ridwan Manantik seharga Rp 70 juta. Foto: S R Yadien

Karya lukisan yang menggambarkan ciri khas Bima tentang kuda tersebut ternyata menarik perhatian N. Marewo, saat kegiatan Diskusi budaya di Museum ASI Mbojo.

“Lukisan pacuan kuda ini memiliki nilai yang luar biasa. Saya melihat sebuah peristiwa tentang jati diri orang Bima. Apalagi ini mengandung simbol tentang arti kuda yang begitu tangguh dan kesatria, sesuai dengan identitas Bima,” ujar N. Marewo, Kamis (12/11) di Museum ASI Mbojo.

Ia membeli lukisan tersebut, karena pacuan kuda merupakan sejarah baginya. Sejak kecil, ayahnya sering mengajak ke arena pacuan kuda untuk menyaksikan pertarungan para kesatria menjadi yang terbaik, dengan cara yang terhormat.

Lukisan tersebut pula menggambarkan tentang keseimbangan. Mulai dari pemilik kuda, kuda dan joki yang hidup selaras. Maka melihat lukisan tersebut pertama kali, ia merasakan ada energi yang terpancar dalam jiwa.

“Lewat energi lukisan tersebut, jemari saya aktif menorehkan tinta pena pada sebuah kertas. Sehingga melahirkan ide dan tulisan yang berbuah karya,” ungkap pria murah senyum itu.

Bagi N. Marewo, membeli lukisan itu adalah bentuk investasi besar. Karena semakin lama, lukisan tersebut akan menjadi sangat mahal. Sehingga untuk membeli lukisan Pacuan Kuda dengan harga fantastis, dirinya rela menjual beberapa batu gioknya dan investasi tanah seluas dua hektar (Ha) di Kecamatan Bolo.

“Karya seni jangan dilihat dari harga, namun harus dilihat dari sisi seni. Keunikan serta arti sejarah dalam lukisan tersebut,” beber pria yang pernah tinggal di Jerman tersebut.

Menurut pria berkulit gelap itu, 14 karya lukisan milik Ridwan Manantik merupakan karya seni yang mempunyai cita rasa. Bisa dilihat dari setiap lukisannya, menggambarkan sekaligus menceritakan kehidupan Bima. “Ini karya yang luar biasa,” pujinya.

Sementara itu, pelukis Ridwan Manantik yang ditemui menuturkan, karya seni yang terjual merupakan bagian dari penghargaan baginya. Karena lukisan tersebut merupakan nuansa perjalanan hidupnya.

Karena karya seni kata dia, sebenarnya memang bukan semata – mata soal harga, tapi banyak sisi yang harus dilihat. Mulai dari kesedihan, kegembiraan, semangat, sejarah, seni serta sisi lain yang kadang sulit diterjemahkan.

“Terimkasih atas kepercayaan N. Marewo yang menilai hasil karyanya. Kedepan saya tetap akan melukis sisi lain tentang Indonesia juga tentang Bima,” ucapnya tersenyum.

*Eric

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. yus

    itulh seni, asetpun rela kita jual demi seni, memang seni tdk bs digambrkan dengan kata2, makin lama lukisa itu akan memliki nilai jual tinggi, kira-kira kalau sudah mahal ada gk ya yang mo beli?

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *