20 Sekdes Siap Ciptakan Usaha Inovasi Desa

Kabupaten Bima, Kahaba.- Otonomi desa dengan kemandirian pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) saat ini memberi angin segar bagi aparat desa dan masyarakat untuk menggagas usaha kreatif dalam upaya mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di desa.

Pertemuan Sekdes di lokasi Kelompok Usaha Lele Makbul. Foto: Ady

Pertemuan Sekdes di lokasi Kelompok Usaha Lele Makbul. Foto: Ady

Hal ini pula yang menjadi alasan Komunitas Babuju yang di Komandoi Rangga Babuju menginisiasi Desa Inovatif dengan mengajak sebanyak 20 Sekretaris Desa (Sekdes) dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Bima. Pertemuan inisiasi kali ini adalah pertemuan kedua yang dilangsungkan pada Sabtu (12/11) siang di lokasi Kelompok Usaha Lele Makbul binaan Babuju Mandiri Lingkungan Tolobali Kelurahan Sarae.

Dalam pertemuan ini, para Sekdes yang hampir semuanya masih berusia muda ini, sepakat dengan rencana untuk meluncurkan usaha inovasi di desa masing-masing. Bentuknya berupa usaha berbasis ekonomi kreatif dengan ide untuk Konsep ‘One Village One Product’ (satu desa satu produk).

Salah satu Sekdes, Akbar mengaku, rencana bersama tersebut berawal dari diskusi lepas dan berbagi pengalaman antar sesama aparat desa tentang pengelolaan ADD di masing-masing desa yang difasilitasi oleh Pimpinan Komunitas Babuju.

Dirinya melihat, saat ini semua desa memiliki back up ADD yang cukup besar untuk mendorong kemajuan desa. Hanya saja, bila dana itu tidak terkelola dengan baik maka tidak akan berarti apa-apa untuk masyarakat.

Karenanya kata dia, masyarakat dan aparat desa dituntut untuk melahirkan ide maupun gagasan kreatif dalam mengelola ADD dengan memanfaatkan segala sumber potensi yang ada di desa. Salah satunya melalui usaha inovasi yang kini sedang dirancang.

“Dari sini kemudian lahir kesamaan misi kita sesama aparat desa untuk mendorong usaha inovasi di desa masing-masing,” terangnya.

Bentuk usaha yang direncanakan lanjutnya, seperti budidaya lele, Budidaya Entok, Budidaya bebek, Budidaya ayam petelur, Pengembangan pepaya California, Buah Naga, cabai hingga kopi, serta berbagai potensi yang ada di desa masing-masing.

Dalam pertemuan sederhana ini hadir pula Asisten II Setda Kabupaten Bima, H Muzakkir yang juga turut menyemangati dan mendorong para Sekdes untuk menciptakan usaha inovasi di desa. Selain itu, Muzzakir juga membagi pengalaman bagaimana memulai usaha dan membuka jaringan pemasarannya.

Dengan pengalaman merintis usaha yang dimiliki melalui Babuju Mandiri, Julhaidin atau biasa disapa, Rangga Babuju, mengaku siap mendampingi langsung pengembangan usaha yang ingin diciptakan para Sekdes.

“Kita berharap 20 Sekdes ini bisa memotivasi dan menggerakkan aparat desa lainnya di Kabupaten Bima untuk menciptakan usaha inovasi,” harapnya.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *