Minta Keselamatan, Warga Santi Gelar Doa Dana

Kota Bima, Kahaba.- Doa dana dulu rutin dilaksanakan oleh beberapa kampung. Berdoa bersama dengan beragam sesajian untuk dimakan bersama usai meminta harapan. Cara ini, oleh sebagian orang dipercaya manjur. Meminta keselamatan dan dijauhkan dari segala bencana dan bahaya.

Warga Santi saat menggelar Doa Dana. Foto: Deno

Warga Santi saat menggelar Doa Dana. Foto: Deno

Tapi beberapa tahun terakhir ini, jarang dijumpai tradisi memanjat doa dengan melibatkan banyak anak – anak tersebut. Entah apa penyebabnya, tapi peninggalan leluhur itu sudah tergerus zaman. Doa Dana dengan menggelar tikar dan alas duduk di jalan – jalan itu tidak mudah bisa ditemukan.

Tapi di Kelurahan Santi, pemandangan tradisi memanjatkan harap itu terlihat. Ritual itu digelar tadi sore sekitar pukul 16.00 Wita, Kamis (1/12) di salah satu ruas jalan Lingkungan Kelurahan setempat. Warga setempat beramai – ramai menggelar Doa Dana dan memohon ampunan kepada Allah SWT agar segala musibah tidak menimpa masyarakat.

Tokoh Agama Kelurahan Santi Ahmad Idris mengatakan, ritual itu merupakan peninggalan nenek moyang dari generasi ke generasi. Kegiatan itu digelar tiap tahun, biasanya dilaksanakan pada akhir tahun.

“Tujuan Doa Dana untuk meminta bersama – sama kepada Allah SWT untuk tidak ditimpakan hal buruk ataupun bencana alam,” ujarnya.

Namun, diakui Idris, ritual tersebut beberapa tahun terakhir sempat hilang, akibat perkembangan zaman. Warga Santi pun berusaha untuk tahun ini menghidupkan kembali ritual keagamaan ini.

Sambungnya, Doa Dana digelar selama tiga hari berturut-turut. Menggunakan bubur nasi tradisional (karedo) sebagai makanan serta beberapa ragam makanan lain.

“Dulu cara berdoa seperti ini dikabulkan. Kita berharap semoga Doa Dana bisa kembali menjadi bagian yang rutin dilaksanakan oleh warga Santi, untuk meminta keselamatan,” harapnya.

*Kahaba-05

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *