Ujian Praktek, STIE Dorong Mahasiswi Jadi Entrepreneur

Kota Bima, Kahaba.- Ujian semester yang digelar Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bima juga menerapkan ujian praktek, salah satunya pada mata kuliah pengembangan kewirusahaan. Pada mata kuliah ini, mahasiswa didorong untuk bisa membuat produk sendiri dan bisa dipasarkan.

Mahasiswi STIE Bima saat pamerkan produk pada ujian praktek. Foto: Bin

Ujian praktek yang digelar Sabtu (21/1) di halaman kampus setempat, menjadi ajang pameran produk mahasiswa semester tujuh. Masing – masing kelompok meminta pengunjung dan dosen setempat untuk mencicipi produk kuliner yang dipamerkan dan mencatat sejumlah penilian.

Dosen Mata Kuliah Pengembangan Kewirausahaan STIE Bima Yuliati Basri  mengatakan, kegiatan praktek tersebut merupakan salah satu mata kulian yang berarah pada visi misi kampus, yakni menciptakan mahasiswa yang berjiwa entrepreneurship.

“Jiwa entrepreneurship ini digali dari mata kuliah ini. Agar mahasiswa dan mahasiswi bisa mandiri dan turut berpartisipasi aktif dalam pengembangan perekonomian,” jelasnya.

Diakui Yuliati, mahasiswa STIE Bima sejatinya sejak awal masuk kuliah terus didorong untuk menjadi seorang pengusaha. Hanya saja, pada semester tujuh, mahasiswa diberikan ruang untuk mempraktekkan teori Mata Kuliah Pengembangan Kewirausahaan, dengan membuat produk sendiri, untuk dipatenkan.

Mahasiswi STIE Bima saat pamerkan produk pada ujian praktek. Foto: Bin

“Yang dibuat saat ujian praktek Mata Kuliah Pengembangan Kewirausahaan dan dipamerkaan ini macam macam. Mulai dari kuliner tradisional dan kuliner modern, termasuk kerajinan tangan,” sebut dosen dengan gelar Magister Manajemen itu.

Kata dia, kegiatan tersebut tidak hanya terhenti disaat ini saja. Mahasiswa terus diarahkan untuk menciptakan prosuk sendiri, berkolaborasi dan cita rasa yang diinginkan. Kemudian didorong untuk bisa percaya diri memasarkan dan menjadi komsumsi pilihan yang juga disenangi oleh masyarakat.

Di tempat yang sama, anggota Kelompok 5 Mawar Aprilia saat memamerkan produk buatan kelompoknya menyebutkan, pada ujian praktek kali ini kelompok mereka mencoba membuat kuliner Kolak Ketak Durian dan Bingkunik.

Membuatnya pun tidak ribet, terutama Kolak Ketak Durian. Jika seluruh kebutuhan bahan sudah ada, maka dalam waktu tidak terlalu lama Kolak Ketak Durian jadi dan siap dipasarkan.

“Selama ini orang lebih banyak mengenal kolak pisang. Nah kita mencoba dengan menambahkan durian untuk menabah cita rasa. Silahkan dicoba saja dan beri penilaian. Saya yakin akan banyak yang suka,” katanya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *