Jadi Rebutan Wisatawan, Lariti Bagaikan Perawan Desa

Kabupaten Bima, Kahaba.- Sejak tenar di media sosial (medsos) setahun terakhir, spot wisata Pantai Lariti seolah menjadi rebutan wisatawan untuk mengisi liburan. Ibarat kata, Pantai Lariti saat ini bagaikan perawan desa. Siapa pun terpikat untuk datang melihat dan berkunjung karena kecantikan dan elok rupanya. (Baca. Pengunjung Lariti Membludak, Kemacetan Hingga 7 Kilometer)

Kondisi jalan menuju Pantai Lariti macet. Foto: Istimewa

Kecantikan perawan desa ini tersiar begitu cepat, sehingga para wisatawan ramai-ramai berdesakan pada Senin (26/6) pagi hingga sore hari tadi untuk melihat dari dekat. Pemerintah Desa, BPD dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Soro Kecamatan Lambu sampai kewalahan menangani banyaknya pengunjung.

Menurut informasi Ketua BPD Soro, Muhammad Ikbal, kunjungan wisatawan lokal mulai terlihat meningkat drastis sehari pasca lebaran Idul Fitri Tahun 2017 ini. Jumlahnya diperkirakan mencapai 4 ribu lebih dengan asumsi karcis yang terjual sebanyak 2 ribu lebih.

“Jumlah kendaraan roda empat melebihi 400 unit sedangkan kendaraan roda dua tidak mampu kami hitung saking banyaknya,” kata Ikbal kepada Kahaba.net.

Ikbal memperkirakan, kunjungan wisatawan akan terus meningkat hingga 10 hari ke depan selama liburan Idul Fitri. Untuk mengantisipasi membludaknya lagi pengunjung, pihaknya sedang membahas langkah persiapan.

Pesona Pantai Lariti. Foto: Bin

“Malam ini sedang kita bahas persiapannya bersama pemerintah desa. Mudah-mudahan ini menjadi berkah buat desa kita,” ujar Ikbal.

Untuk hari pertama pasca Idul Fitri lanjut dia, sedikitnya 100 orang dari unsur pemuda dan Pokdarwis bekerjasama mengambil peran dalam pengelolaan Lariti. Mulai dari karcis, penataan sarana di dalamnya hingga urusan perparkiran kendaraan pengunjung.

“Ini baru hari pertama sudah membludak dan kemacetan parah terjadi. Besok dan seterusnya kami yakin pengunjung pasti akan lebih banyak lagi,” kata dia.

*Kahaba-03  

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *