Setelah Viral di Medsos, Ikan Bakar Ina Sei Kebanjiran Pengunjung

Kabupaten Bima, Kahaba.- Nama lengkapnya Saodah, sehari-hari orang mengenalnya dengan sebutan Ina Sei. Wanita berkulit hitam ini tengah duduk menghadap tungku api sambil mengipas ikan bakar di pinggir jalan saat kami datang, Rabu (28/6) sore. Dia tersenyum ramah menyambut kami yang baru turun dari mobil.

Pengunjung saat pose bersama Ina Sei. Foto: Kahaba

Seolah wanita 48 tahun ini sudah tahu saja kedatangan kami untuk mencicipi ikan bakarnya yang fenomenal itu. Waktu memang sudah petang dan menunjukan Pukul 17.00 Wita saat kami tiba di tempat penjualan ikan Ina Sei di Desa Nanga Wera Kecamatan Wera.

Tetapi yang tersisa hanya beberapa ekor ikan kecil-kecil saja di atas tungku api yang terbuat dari besi itu. Kami yang sudah menghayal sepanjang jalan ingin merasakan sensasi ikan bakar Ina Sei terpaksa mengurungkan niat. Ina Sei mengaku ikan bakar dagangannya hari ini habis terjual. Sementara sisa ikan di tungku, semua sudah dipesan orang lain.

Rupanya, nama Ina Sei yang viral di Media Sosial (Medsos) sejak setahun terakhir membawa berkah tersendiri bagi wanita tiga anak ini. Setiap hari Ina Sei selalu kebanjiran pengunjung dari berbagai wilayah di Kota dan Kabupaten Bima. Tujuannya hanya satu, ingin menikmati ikan bakar Ina Sei untuk mengobati penasaran.

Apa yang istimewa dari ikan bakar Ina Sei ? Sebenarnya ikan bakar Ina Sei hampir sama dengan ikan bakar yang dijual di tempat lain pada umumnya. Namun, yang bikin Ina Sei viral adalah spanduk berisi tulisan ‘nyentrik’ dan ‘nyeleneh’ yang berjejer di pinggir jalan lokasi jualannya.

Misalnya, salah satu spanduk berukuran 2 kali 4 meter dengan gambar Ina Sei yang tersenyum sedang memegang dua ekor ikan besar di kedua tangannya. Spanduk ini bertuliskan Klinik Ikan, Dr. Ina Sei, SP.PL, Spesialis Penyakit Lapar. Di bawahnya kemudian dilanjutkan dengan tulisan ‘Anda Kenyang Kami Dapat Uang, Buka Setiap Hari Kecuali Hari Kiamat dan Libur’.

Pesan dalam spanduk ini terang saja ramai diperbincangkan di facebook. Pada umumnya netizen berkomentar positif dan menilainya sebagai ide kreatif. Foto spanduk Ina Sei lalu berulang kali dibagikan netizen sampai sekarang. Ina Sei pun mendadak seperti artis di media sosial dan tak menyangka berdampak pada penjualan ikan bakarnya.

Ina Sei mengaku, ide membuat spanduk dan tulisan ‘nyeleneh’ itu merupakan hasil kreatifitas putranya. Awalnya Ia tak tahu, spanduk mau digunakan untuk apa. Ternyata, banyak orang akhirnya mengenal Ina Sei karena efek spanduk itu yang ternyata diunggap oleh putranya ke media sosial.

Ina Sei kaget karena sejak ada spanduk itu banyak pelanggan yang lewat menggunakan motor hingga mobil mampir untuk makan. Dan sekarang, setiap hari selalu Ia kebanjiran pengunjung yang memang sengaja datang untuk makan ikan bakarnya.

Bahkan, Gumrin suami Ina Sei mengatakan, sehari setelah Idul Fitri kemarin lokasi jualan istrinya diserbu pengunjung. Kemacetan terjadi sepanjang jalan sekitar lokasi setempat. Saking banyaknya kendaraan, tempat parkir pinggir pantai tak mencukupi. Sebagian kendaraan akhirnya diparkir di jalan.

Kemudian satu lagi yang bikin ikan bakar Ina Sei spesial, yakni harganya yang terjangkau. Dengan uang Rp50 ribu-Rp100 ribu pengunjung bisa menikmati ikan bakar plus sambal pedas Ina Sei bersama keluarga sampai kenyang. Tentu saja, dengan pelayanan yang ramah dari Ina Sei akan membuat pengunjung betah.

Jenis ikan tinggal dipilih, hampir semua ikan laut tangkapan nelayan di Perairan Bima dijual Ina Sei. Mulai dari Kerapuh, Kakap Merah, Kakinta, Nila, Dimu, Sancara, hingga Cumi dan Gurita.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *