Buka Festival Sangiang, Bupati Bima Janji Dukung Event Wisata ini

Kabupaten Bima, Kahaba.- Bupati Bima Hj.Indah Dhamayanti Putri membuka secara resmi Festival Sangiang yang digelar di Pesisir Pantai Desa Sangiang Kecamatan Wera Kabupaten Bima, Minggu (23/7).

Bupati Bima saat menyampaikan sambutan pada pembukaan Festival Sangiang. Foto: Hum

Dalam arahannya, bupati menyampaikan apresiasi yang begitu tinggi kepada seluruh jajaran panitia pelaksana yang telah melaksanakan event ini. Sehingga masyarakat mengetahui salah satu wisata yang dimiliki oleh daerah Bima.

“Kegiatan seperti ini harus terus ditingkatkan. Bahkan saya selaku kepala daerah akan terus mendukung dan mensuport event seperti ini dalam rangka memperkenalkan daerah wisata kita,” janjinya.

Dijelaskannya, seperti diketahui bersama bahwa Sangiang, baik Sangiang pulau maupun Sangiang darat menyimpan potensi sejarah, budaya dan tradisi, tenunan, kuliner dan bahari. Pada hari ini, segenap potensi itu dirangkai dalam sebuah festival yang dikenal dengan Festival Sangiang tahun 2017 dengan 11 mata kegiatan, yang digelar hingga bulan Agustus 2017.

Oleh karena itu, dirinya dan jajaran Pemerintah Kabupaten Bima menyambut gembira atas terlaksananya festival tersebut. Dengan dukungan penuh seluruh lapisan masyarakat terutama dari desa-desa di Kecamatan Wera maupun Ambalawi, semangat dan semarak pelaksanaan festival menunjukkan antusias masyarakat cukup besar untuk mengangkat dan mempromosikan potensi yang ada di wilayah ini.

“Mudah-mudahan semangat ini akan terus berlanjut hingga berakhirnya festival ini dan di tahun-tahun mendatang,” harapnya.

Pada kesempatan itu dirinya mengajak seluruh komponen daerah untuk giat menggali dan mempromosikan segenap potensi di desa, baik untuk kepentingan pariwisata dan budaya maupun sektor-sektor lainnya. Karena bentangan keindahan alam dan sebaran potensi di Kabupaten Bima cukup banyak mulai dari potensi pantai, pulau, kearifan dan kreatifitas tradisional, seni budaya, pertanian, peternakan, perkebunan hingga kuliner.

“Potensi-potensi itu adalah modal besar untuk dikembangkan agar daerah kita dikenal karena potensinya, buka karena konflik,” paparnya.

Sebelum itu, ketua panitia pelaksana Jukran dalam pengantarnya mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu event yang dilaksanakan oleh masyarakat Desa Sangiang, dalam rangka mengenang meletusnya Gunung Api Sangiang. Sehingga dengan pagelaran ini, masyarakat mengetahui kedasyatan meletusnya gunung tersebut.

Adapun kegiatan yang juga digelar pada festival itu sebutnya, kegiatan menghias perahu sampan, lomba sampan, lomba berenang, lomba perahu layar serta sejumah lomba lain.

*Kahaba-01/Hum

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *