Rangga dan Ariansyah Raih Penghargaan Pelopor Nasional

Kota Bima, Kahaba.- 2 pemuda Bima terpilih masing – masing Julhaidin atau Rangga Babuju dan Ariansyah meraih penghargaan Pelopor Nasional Pelopor Nasional Kedaulatan Pangan, Lingkungan Hidup Dan Energi. Keduanya saat ini diundang untuk mendapatkan penganugerahan di Kota Palangkaraya Kalimantan Tengah.

Rangga dan Ariansyah. Foto: Istimewa

Rangga meraih penghargaan Pelopor Penggerakan Kedaulatan Pangan Bidang Penguatan Produk Lokal Berbasis Komunitas. Sementara Ariansyah dianugerahi Pelopor Penggerak Bidang Wisata Berbasis Komunitas.

Kata Rangga, kegiatan penganugerahan dimulai tanggal 16 – 19 November 2017. Rencananya, Presiden RI Joko Widodo akan menghadiri acara dimaksud dan memberikan penganugerahan pada 200 Pelopor Penggerak ini di Hotel Swiss –  Belhotel International, Kota Palangkaraya Minggu (19/11).

“Ada 200 Pelopor Penggerak se – Indonesia yang terseleksi dan di undang untuk mendapatkan penghargaan,” ujar Rangga saat menghubungi media ini, Jumat (17/11).

Diakuinya, peserta diajak untuk melihat beberapa Kegiatan Pelopor Penggerak pada beberapa Kabupaten di Kalimantan Tengah. Kedepan, pemerintah pusat melalui Kementrian Pertanian, Kemendes, PDT dan Kementerian Lingkungan Hidup, dan Kementerian Pariwisata akan terus membantu dan memantau perkembangan Gerakan Pelopor Penggerak ini dalam rangka penguatan dan melahirkan Kepeloporan lainnya.

“Sementara dari Kemendes akan memprioritaskan Pelopor Penggerak ini menjadi bagian dari Pendamping Inovasi Desa (PID), sebagai bagian apresiasi pemerintah kepada Pelopor Penggerak yang telah berjuang, menginspirasi dan mewujudkan kesadaran sosial di Desa, kelurahan di wilayah kota dan kabupaten,” jelasnya.

Acara penganugerahan Pelopor Nasional Pelopor Nasional Kedaulatan Pangan, Lingkungan Hidup Dan Energi. Foto: Rangga Babuju

Untuk diketahui, Rangga Babuju mendirikan Komunitas BABUJU sejak 2009 yang lalu. 3 tahun terakhir kemudian membangun BABUJU MANDIRI, yaitu wadah Usaha untuk para Kelompok Binaan dalam mendorong Kreasi dan Inovasi. Lalu terkemaslah ‘Tambora Redstone Coffee’ (TRC) sejak 2015, Beras Merah ‘Fare Oma’ 2017, Budidaya Lele, Budidaya Nila, Pengembangan Bebek Peking, Pengemasan Bawang Goreng dan saat ini mendorong Produksi Kopi Kawae Wawo dgn branding ‘Lengge Heritage Coffee’.

SementaraAriansyah, anak muda dari Desa Soro Kecamatan Lambu Kabupaten Bima yang membangun wadah Lariti Community sejak tahun 2013. Kemudian mendorong dan berjuang pembenahan wisata Pantai Lariti berbasis Komunitas. Hasilnya pun dirasakan oleh ribuan warga Bima yang prnh ke Lariti.

Ariasyah berjuang agar Lariti bisa dikenal luas, ia menabrak kesana kemari untuk bisa menginovasi dan mengkreasi Pantai Lariti sehingga dikenal saat ini.  Ariansyah meninisiasi Wisata Berbasis Komunitas, ia bangun kesadaran hidup tentram dan damai untuk warga desa Soro.

Kini, Lariti sudah mendapat perhatian berbagai pihak, yang berarti perjuangan lebih berat mulai menyapanya dengan kawan – kawan Lariti Community, Pokdarwis Lariti dan lainnya untuk menjaga agar Liriti tetap mempesona, bersih dan pengunjung merasa nyaman.

Kini Ariansyah mulai menjamah Hutan Mangrove dibagian barat Lariti untuk digarap menjadi areal Ekowisata.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *