Lawata Tetap Jadi Pilihan Rekreasi, Pedagang Juga Banyak Raup Rezeki

Kota Bima, Kahaba.- Pantai Lawata tetap menjadi pilihan warga untuk berekreasi mengisi waktu liburan Hari Raya Idul Fitri Tahun 2018. Seperti yang terpantau Sabtu siang (16/6), warga memadati satu – satunya pantai yang sangat dekat dengan wilayah Kota Bima.

Suasana Pantai Lawata sehari setelah Hari Raya Idul Fitri. Foto: Bin

Di hari pertama setelah lebaran, rupanya tidak saja warga Kota Bima yang memilih Pantai Lawata untuk bersuka ria dengan sanak keluarga. Warga dari Kabupaten Bima juga tidak sedikit yang datang. Mereka terlihat membawa serta anak – anak, dan mengantarnya untuk menyebur di pinggir pantai.

Kondisi Lawata saat ini memang sudah dirubah. Pemerintah mempermaknya dengan sedemikian rupa. Di beberapa titik sudah disediakan tempat berteduh, sehingga pengunjung yang hadir tidak kesulitan memilih tempat, meski sekedar untuk menghindar dari terik matahari.

Selain bangunan yang disediakan oleh pemerintah, para pedagang setempat juga menambah persediaan tempat duduk untuk pengunjung, dengan cara menggelar tikar di bawah pepohonan. Meski banyak, tapi tidak mampu menampung warga yang terus berdatangan.

Hafsah, warga Desa panda mengaku, Pantai Lawata memang menjadi tempat rekreasi pertama yang akan didatangi keluarga. Selain tidak terlalu jauh, yang terpenting yakni bisa mengantar anak – anaknya untuk mandi laut.

“Kita lihat Pantai Lawata sekarang sudah cukup bagus untuk didatangi. Tapi sebenarnya yang pentingnya yakni bisa bawa anak – anak mandi,” ucapnya.

Keramaian suasana Lawata tadi sore juga membawa untung bagi warga setempat. Bagaimana tidak, mereka bisa meraup untung banyak jika banyak warga yang datang berekreasi di pantai tersebut. Sebab, dagangannya pasti laku dibeli pengunjung.

“Kalau ramai begini dagangan kita bisa laku sampai Rp 500 ribu,” sebut Sa’adiah, warga Lingkungan Wadu Mbolo Kelurahan Dara.

Perempuan yang menjual kopi, salome dan makanan serta minuman ringan itu mengaku, dirinya hanya berjualan jika di waktu Hari Raya Idul Fitri. Begitu terus yang dilakukannya beberapa tahun terakhir. Sebab, yang dijualnya pasti laku dan banyak untung.

“Alhamdulillah hingga musim libur Hari Raya Idul Fitri selesai, kita pedagang di Pantai Lawata mersa diuntungkan,” tuturnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *