Prosesi Kalondo Wei dan Rebana Semarakan Rombongan Dispar Saat Pawai Budaya

Kabupaten Bima, Kahaba.- Beragam budaya dan adat Bima menjadi ikon utama yang turut menyemarakkan rombongan Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Bima saat pawai budaya menyambut Hari Jadi Bima ke-378 di Kecamatan Bolo, Rabu (4/7) siang.

Rombongan Dispar Kabupaten Bima saat Pawai Budaya di Bolo. Foto: Deno

Salah satu pusat perhatian penonton tertuju pada acara adat prosesi kalondo wei menggunakan pakaian pengantin khas Bima. Dispar jugamenggandeng para Sampela Mbojo menggunakan pakaian adat dan menampilkan atraksi budaya seperti hadra dan rebana hingga cara menggunakan rimpu tembe yang benar.

“Kami juga menampilkan pakaian adat Lupe asal Desa Sambori dan pakaian adat dari Suku Donggo dalam pawai ini,” kata Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Bima Abdul Haris di lokasi kegiatan.

Pihaknya sengaja menggunakan pakaian adat dari Sambori dan pakaian adat Donggo agar bisa diketahui masyarakat luas kekayaan budaya Bima.

“Moga saja masyarakat Bima tetap bisa menjaga dan melestarikan budaya khas Bima selamanya, karena itu merupakan bentuk penghormatan kita sebagai generasi kepada nenek moyang dulu,” terangnya.

*Kahaba-05

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *