Angkat Khasanah Daerah, Mecidana Garap Film La Hila

Kabupaten Bima, Kahaba.- Beberapa tahun terakhir, Mecidana Production memang getol membuat film indie. Sejumlah karya mereka yang cukup diminati yakni Film Dinding Hutang, Para Kesatria Bima, Bantu Angi, Jangan Ngeyel, Takangka, Nuntu Talu, Mpama Mpengo dan Modus.

Pembina Mecidana Production Ari Ipan. Foto: Ist

Di tahun ini, kreatifitas dan bakat seni para anak muda di Bima itu akan ditunjukan melalui film yang diangkat dari cerita rakyat Donggo, La Hila. Tidak tanggung – tanggung, mereka mengajak masyarakat 3 daerah, Kabupaten Bima, Kota Bima dan Kabupaten Dompu untuk ambil bagian dengan Open Casting.

Pembina Mecidana Production Ari Ipan mengimbau untuk masyarakat 3 daerah yang berminat untuk terlibat dalam penggarapan film tersebut bisa mendaftar mulai tanggal 21 Juli 2018 pukul 09.00 Wita di sekretariat Mecidana Production di Lingkungan Tolobali Kelurahan Sarae Kota Bima dan di Hotel dan Cafe Komodo.

“Kriterinya tidak ribet, boleh pria maupun wanita, mulai dari anak – anak, remaja, dewasa. Pokoknya segala umur. Castingnya di Hotel dan Cafe Komodo hari Minggu 29 Juli 2019 pukul 09.00 Wita,” ujarnya saat dihubungi media ini, Senin (23/7).

Diakui Ari, pihaknya sengaja menggelar Open Casting film La Hila, karena nanti akan dibuat secara kolosal. Hasil open casting nanti juga akan ditentukan pemeran utama La Hila, untuk menyesuaikan karakter La Hila.

“Kita ingin film ini maksimal agar layak ditonton untuk semua kalangan,” inginnya.

Ari menjelaskan, Mecidana Production mulai menggarap Film Indie tahun 2012 lalu. Selama itu, mereka terus berproses dan belajar dengan terus membuat karya. Karena era yang modern ini, ia berpikir sangat penting mengangkat khasanah dan citra Bima di mata nasional melalui perfilman, dengan memanfaatkan perkembangan media.

Pengumuman Open Castin Film La Hila. Foto: Ist

“Kami berharap dapat memaksimalkan SDM yang ada ditingkat Lokal ini. Sekaligus, mempublikasikan kekayaan budaya Bima melalui media perfilman,” kata pria yang pernah bekerjasama dalam pembuatan Film dokumenter Samada Rasa 5 episode dengan salah satu tv swasta nasional itu.

Ditanya kenapa cerita rakyat ini ingin difilmkan? Menurut dia, membuat Film La Hila ini mimpi sejak dulu. La Hila merupakan cerita rakyat yang cukup terkenal. Memiliki pesan moral dengan berbesar hati mengalah daripada harus terjadi pertumpahan darah.

“Ceritanya kan La Hila ini jadi rebutan pangeran. Dari pada pecah peperangan, lebih baik La Hila mengalah,” urainya.

Pada Film La Hila juga sambung Ari, menggambarkan khasanah Bima zaman dulu. Sehingga terbesit harapan, kekayaan khasanah ini tidak tergerus zaman.

“Jenis Film cerita rakyat seperti ini sedang digandrungi oleh pasar Internasional,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Ari menyampaikan terimakasih atas perhatian dan bantuan Pemkab Bima. Karena produksi Film La Hila juga sejalan dengan misi Pemkab Bima dalam pengembangan khasanah kerifan lokal budaya dan pariwisata daerah.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *