Komunitas Babuju, Gagas Usaha Berbasis Masyarakat

Kota Bima, Kahaba.- Komunitas Babuju Bima yang dikomandoi Zulhaidin alias Rangga Babuju terus melakukan terobosan dan ekspansi usaha pemberdayaan ekonomi kerakyatan.

Rangga Babuju bersama Kelompok Ompu Nila. Foto: Eric

Rangga Babuju bersama Kelompok Ompu Nila. Foto: Eric

Setelah cukup sukses meluncurkan produk kopi kemasan dengan brand Tambora Redstone Coffe (TRC), ikan asin kemasan hingga bawang goreng kemasan. Komunitas sosial ini kemudian berlanjut membuka usaha budidaya peternakan maupun perikanan di Kecamatan Ambalawi, Wera dan Bolo.

Ide kreatif dan gagasan dunia usaha baru kini kembali digarap memanfaatkan potensi para pemuda dan peluang di sekitar. Diantaranya, melirik daerah pelosok Kabupaten Bima bagian selatan yang dianggap punya banyak potensi belum tergali.

“Alhamdulillah, saat ini kami berencana akan membuka cabang usaha baru, yaitu pengembangan usaha itik, lele dan kambing di Desa Tolo Uwi Kecamatan Monta,” jelas Rangga Babuju saat diwawancarai Kahaba.net kemarin.

Dalam menunjang usaha ini terang Rangga, unsur pemuda dan tokoh masyarakat telah bersedia memfasilitasi segala keperluan usaha. Baik dari segi lahan, maupun persediaan peralatan. Sehingga dalam pelaksanaan pengerjaan awal, tidak ada hambatan.

“Mereka telah mempersiapkan lahan sekitar satu hektar (Ha), untuk menunjang pelaksanaan kegiatan usaha,” beber pria kelahiran 1982 yang juga berprofesi sebagai Dosen di salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Bima ini.

Diakuinya, keinginan membuka usaha dalam menciptakan lapangan kerja sudah menjadi motivasi tersendiri. Karena selama mengelilingi pelosok Kota dan Kabupaten Bima, Ia melihat terdapat banyak potensi alam dan pariwisata yang belum sama seklai tersentuh. Untuk itu Komunitas Babuju mencoba ingin menjadi motor penggerak bagi usaha kecil menengah.

“Seperti wilayah Kecamatan Monta, terdapat banyak hamparan tanah yang luas. Sehingga cocok dijadikan daerah pengembangan usaha peternakan dan perikanan,” imbuhnya.

Dalam mendukung usaha tersebut, Komunitas Babuju telah mempersiapkan tenaga pendamping ahli dalam bidang peternakan dan perikanan. Mereka akan memberikan pengarahan kepada kelompok usaha baru, sehingga dalam proses pelaksanaan mulai dari pembibitan, pengembangan usaha hingga pemasaran dapat berjalan lancar.

“Tenaga pendamping telah kami siapkan, untuk memberikan bimbingan kepada warga dan pemuda yang telah tergabung dalam kelompok usaha,” tuturnya.

Ke depan lanjutnya, pengembangan usaha tetap akan menghadapi sebuah tantangan, termasuk untuk pemasarannya keluar daerah. Untuk itu, berbagai macam strategi telah dipersiapkan, agar dalam hal pemasaran tidak mengalami kendala.

“Kita telah membuat sistem pemasaran yang strategis, sehingga diharapkan tidak mengalami kendala,” ujarnya.

Tujuan utama membantu menggagass dunia usaha di Kecamatan Monta tersebut terangnya, untuk mendorong masyarakat dan para pemuda setempat agar dapat hidup mandiri, memanfaatkan peluang menjadi bisnis. Sehingga pengangguran dapat terserap dalam dunia usaha tersebut.

Kelompok Usaha Ompu Nila, Desa Tolo Uwi Kecamatan Monta yang terdiri dari Abdurahman Usman (50), M Nasir Arsyad (28), Abidin Usman (52), Feri Irawan (25) mengucapkan terimakasih kepada Komunitas Babuju yang memberikan peluang kerja dan membuka lahan bisnis di desa tersebut. Sebab selama ini, belum ada perhatian pemerintah untuk menggali potensi dunia usaha di sekitar masyarakat.

“Alhamdulillah, dengan kehadiran Komunitas Babuju membuka lapangan usaha. Membuat kami optimis untuk terus mengembangkan peluang usaha tersebut,” kata Ketua Kelompok Ompu Nila, Abdurahman Usman.

Untuk mendukung program usaha tersebut, seluruh anggota kelompok telah bekerja selama dua hari dalam menyiapkan lahan serta persiapan lain. Termasuk rumah singgah untuk kegiatan administrasi dan operasional.

“Kami telah menyiapkan lahan seluas satu hektar, untuk menunjang usaha peternakan dan perikanan tersebut,” bebernya.

Kedepannya, Kelompok Ompu Nila juga akan mempersiapkan lahan tambahan untuk usaha perkebunan, diantaranya sayur-sayuran dan buah. Selain peternakan dan perikanan, desa setempat juga mempunyai potensi di bidang perkebunan.

*Eric

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *