Wow…Keuntungan Pertamini ini Rp6 Juta Perbulan !

Kabupaten Bima, Kahaba.- Keberadaan tempat pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium (Bensin) yang dinamai Pertamini saat ini menjadi fenomena baru di Kota dan Kabupaten Bima. Sejak dua bulan terakhir, jumlah Pertamini makin bertambah dan berjejer di pinggir jalan.

Habibi saat mengisis BBM pengendara. Foto : Ady

Habibi saat mengisis BBM pengendara. Foto : Ady

Fenomena ini pula yang dimanfaat pemuda asal Desa Mpili Kecamatan Donggo, Habibi sebagai peluang usaha. Sarjana lulusan STIT Sunan Giri Bima ini memilih keluar dari perusahaan finance dengan gaji cukup besar untuk mulai mengelola Pertamini.

Bermodal tabungannya saat bekerja selama dua tahun, Ia memberanikan diri berspekulasi membeli Pertamini seharga Rp10 juta Bulan September 2015 lalu. Untuk tambahan modal, Ia mendapatkan pinjaman dari saudaranya.

Setelah itu, beberapa tempat dan lokasi strategis kemudian disurvei untuk tempat mangkal Pertamini. Habibi pun memutuskan mangkal di Sila, tepatnya di pertigaan Puskesmas Bolo Kecamatan Bolo.

Lokasi itu dianggap strategis karena lalulintas kendaraan cukup padat dan dekat dengan pasar. Pertimbangan lainnya, belum ada pengelola Pertamini lainnya di sekitar lokasi setempat.

“Setelah pertimbangkan dengan matang. Bismillah, saya keluar dari pekerjaan di perusahaan swasta kredit dan mulai usaha Pertamini ini,” cerita Abi sapaan akraabnya kepada Kahaba.net, Minggu (31/1) pagi.

Kendati orangtua dan keluarganya sedikit tidak yakin dengan pilihannya, Abi meyakinkan bahwa pilihannya sudah mantap. Ia tak peduli, mendapat cibiran dan cerita miring dari tetangga dan rekannya karena akhirnya harus mengesampingkan pendidikan sarjana yang ditempuh selama 4 tahun.

“Kuliah itu menempa keilmuan dan kematangan berpikir kita agar bisa berbuat lebih dibanding dengan orang yang tidak kuliah. Apa gunanya kita kuliah, kalau harus berdiam diri di rumah atau bergaya parlente tapi kantong kosong,” kata Abi diplomatis.

Kini, kerja keras dan dan kegigihannya sudah mulai berbuah hasil. Modal awal yang digunakan telah kembali hanya dalam dua bulan. Keuntungan yang didapatnya, sungguh di luar dugaan.

Target awal penjualannya hanya 150 liter premium. Namun, pada bulan pertama penjualan premium sudah menembus 240 liter. Bulan berikutnya, bahkan bisa lebih banyak dari itu. Apalagi, pada hari-hari libur atau intensitas lalulintas kendaraan tinggi.

Kalau diuangkan, pemuda lajang berkulit hitam ini mengakui keuntungannya mencapai Rp200 ribu hingga Rp350 ribu perhari. Bila dikalkulasi, penjualan bisa mencapai belasan juta setiap bulan dengan keutungan bersih bisa mencapai Rp5 juta hingga Rp6 juta lebih perbulan.

“Alhamdulillah, cukup untuk nabung, biaya kos dan bantu tabungan haji orangtua,” tutur Abi tersenyum.

Dengan usaha Pertamini itu pula, Abi sudah memperkerjakan satu orang rekannya untuk membantu dengan gaji Rp1 juta perbulan. Tak hanya itu, Ia sudah membuka usaha lainnya yakni pangkas rambut.

“InshaAllah kalau ada rejeki, dalam waktu dekat mau nambah satu Pertamini lagi,” ujarnya.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *