Fotografi, Kreativitas Yang Menjanjikan

Jendela Usaha, Kahaba.- Perkembangan pembangunan yang begitu cepat, menuntut harus adanya penyesuaian terhadap modernisasi yang sedang terjadi. Kota Bima sebagai kota kecil yang sedang dalam tahap berkembang ternyata mampu menumbuhkan dinamika kreativitas bagi anak-anak muda yang terus konsisten pada bidang-bidang yang mereka minati. Fotografi merupakan salah satu pilihan yang sejauh ini mendapat respons yang luar biasa oleh anak-anak muda Kota Bima.

Dimas dan Rosyidah/Foto: Agoes

Rosyidah (25) dan Dimas (27) adalah dua orang anak muda yang melakukan kreativitas sekaligus menekuni bidang fotografi di Kota Bima. Sejauh ini mereka mampu mandiri dan menjadikan hobi fotografi sebagai profesi untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Rosyidah, warga Kelurahan Sarae, mengaku telah menekuni  profesi sebagai fotografer sejak lima tahun yang lalu. “Menekuni fotografi sekitar tahun 2007 dan Alhamdulillah sekarang sudah memiliki studio foto sendiri, namanya Family Foto,” ujarnya.

Saat ditemui oleh Kahaba pada acara wisuda Akademi Kebidanan Harapan Bunda (20/9), Rosyidah mengaku penghasilannya cukup besar. “Untuk foto-foto regular dengan ukuran foto 10 R, harganya Rp 25 ribu saja. Dan biasanya pada acara-acara tertentu seperti acara wisuda, pernihakan, dan kegiatan budaya penghasilannya bisa mencapai sekitar 3 juta rupiah,” katanya.

Sedangkan Dimas (25), pemuda asal Kecamatan Langgudu memiliki inovasi yang hampir sama dengan Rosyidah. Berbekal dari sekedar  hobi di bidang fotografi, Ia mengaku kini mampu meraup keuntungan jutaan rupiah pada setiap acara-acara pernikahan, wisuda, pawai budaya, khitanan, ataupun acara-acara lainnya.

Kreativitasnya kini mampu membuatnya lebih mandiri dalam menata hidup. “Alhamdulillah, sekarang saya sudah punya studio foto sendiri, namanya Mumax Studio,” ujarnya saat ditemui Kahaba di acara wisuda Akademi Kebidanan Harapan Bunda.  Ia juga mengaku, setiap acara wisuda misalnya, ia mendirikan beberapa stand. Biasanya sekitar sepuluh sampai dengan dua puluh stand foto.

Hal positif yang dilakukan oleh Rosyidah dan Dimas merupakan bukti nyata bahwa anak-anak muda Bima mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan tidak hanya menggantungkan hidup untuk menjadi pegawai negeri sipil (PNS) saja. “Yang paling penting, kita bisa kreatif dan harus ada kemauan yang kuat untuk meraih apa yang kita inginkan,” tambahnya. [DH]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *