Nasib Pedagang Bakso, Dibalik Tingginya Harga Bumbu Dapur

Kota Bima, Kahaba.- Naiknya harga bawang merah, bawang putih, dan cabe di pasaran membuat sejumlah pedagang bakso harus menanggung kerugian. Karena 70 persen modal habis untuk membeli bumbu utama bakso itu, para pedagang di Kota bima terpaksa mengurangi takaran bumbu untuk mencegah kerugiannya bertambah besar.

Ilustrasi

Ilustrasi

Seperti penuturan salah seorang pemilik usaha bakso Pak De Solo, Fardo mengaku sepekan terakhir kerugiannya tidak sedikit akibat naiknya harga bahan baku pembuatan bakso. Sebagai bagian penting dalam racikan bumbu bakso, mau tidak mau dirinya harus merogoh kocek lebih dalam untuk mendapatkan bawang merah, bawang putih, dan cabe yang harganya akhir-akhir ini terus melonjak.

Ia menuturkan, keuntungan hariannya yang berkisar Rp. 100 ribu sampai 150 ribu kini habis untuk membeli bumbu yang dipasar naik empat hingga lima kali lipat. Sering kali pula ia mendapati stok bumbu-bumbu itu kosong sehingga ia membawa pulang bahan yang jumlahnya tidak sesuai dengan kebutuhan.

Untuk itu Fardo mensiasati dengan merubah takaran bumbu agar usahanya terus dapat berjalan dan penghasilannya mampu mencukupi kebutuhan keluarga. Karena menaikkan harga semangkok bakso tak mau ia lakukan, ia harus merelakan cita rasa baksonya yang berubah di lidah para pelanggan setianya.

“Jika biasanya setengah kilo untuk bumbu bawang dan cabe setiap kali produksi, kini saya hanya menghabiskan  seperempat kilogram setiap harinya. Beberapa pelanggan saya mengeluh karena bakso rasanya lain seperti biasanya,” aku Fardo.

Karena itu ia berharap harga sejumlah bahan pokok bakso itu kembali normal seperti sedia kala. Pemerintah pun diharapkannya mampu mencarikan solusi, karena masalah harga bawang dan cabe sangat berpengaruh pada masyarakat, khususnya bagi para pengusaha makanan. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *