Bima Gelar Festival Kopi Tambora 2012

Kabupaten Bima, Kahaba.- Daerah kaki gunung Tambora terus berbenah untuk mengembalikan kejayaannya sebagai sentra kopi dunia. Salah satu kemasan promosi yang dilakukan pemerintah dan masyarakat setempat adalah melalui Festival Kopi Tambora 2012  yang digelar mulai tanggal 28-29 September 2012.

Kopi Tambora, Komoditas pertanian di kaki Gunung Tambora.

Kegiatan ini diadakan untuk pertama kalinya dengan pusat acara di Dusun Tambora, Desa Oi Bura, Kecamatan Tambora Kabupaten Bima dengan mengangkat tema ‘Semalam Bersama di Tambora’. Kegiatan ini juga dimaksudkan pra event dalam rangka menyambut kegiatan yang lebih besar yaitu Dua Abad Meletusnya Gunung Tambora 2015.

Sugeng, salah satu panitia kegiatan yang berasal dari unsur Masyarakat Pecinta Tambora (MAPATA) kepada Kahaba melaporkan, Pembukaan event berlangsung malam ini (28/9) pukul 9.00 Wita oleh Kadis Pariwisata Kabupaten Bima, H. Nurdin, SH dan dijadwalkan akan berlangsung selama dua hari. Acara pembukaan kegiatan ini juga dihadiri oleh tamu undangan yang berasal dari berbagai instansi dan pemerintah Kab. Bima serta masyarakat dari berbagai desa di sekitar kaki gunung Tambora.

Sesuai dengan nama kegiatan, kopi menjadi daya tarik utama sepanjang event berlangsung. Pada malam hari pertama, seluruh peserta kegiatan akan berkemah bersama di sekitar lereng Gunung Tambora, tepatnya di Pesanggrahan (guest house) di areal perkebunan kopi Desa Oi Bura. Peserta juga akan di disuguhkan sajian aneka varian  kopi khas Tambora.

Keesokan harinya, atraksi ‘goreng kopi’ akan digelar sebagai puncak acara. Aneka jenis varian minuman pengusir hawa dingin ini seperti kopi Tambora, kopi super, kopi luwak dan kopi campuran akan ditampilkan untuk memperkenalkan keunggulan kopi lokal ini dalam cita rasanya yang khas.

Selain atraksi ‘goreng kopi’, Festival Kopi Tambora 2012 juga menampilkan tarian, permainan, dan musik daerah yang dipersembahkan oleh sanggar-sanggar seni di sekitar wilayah Kecamatan Tambora dan Kecamatan Sanggar.

Berdasarkan informasi yang dirilis dari situs Dinas Pariwisata Kabupaten Bima, event ini direncanakan akan diadakan setiap tahun sebagai ajang promosi pariwisata di Kabupaten Bima khususnya Gunung Tambora sebagai salah satu objek wisata alam dan budaya.

Masyarakat setempat khususnya para petani kopi melalui kegiatan ini berharap kepopuleran kopi Tambora bisa dikembalikan lagi. “Kami selaku masyarakat kaki gunung Tambora mendambakan kembalinya kopi Tambora sebagai komoditi andalan daerah maupun nasional seperti dulu. Tentunya ini akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat khususnya para petani kopi di daerah ini,” harap Sugeng. [BQ]

 

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *