4 Tips Selamatkan Pantai di Bima Dari Sampah Plastik

Kabupaten Bima, Kahaba.- Laut sebagai muara dari seluruh aliran sungai kerap kali menjadi muara pula dari sampah-sampah yang dihasilkan di darat. Sejumlah pantai di Bima pun dewasa ini mendapatkan ancaman dari semakin banyaknya sampah plastik, baik yang terbawa dari laut maupun sampah para pengunjung pantai.

Sampah plastik mengancam pantai kita

Sampah plastik mengancam pantai kita

 Beberapa pantai di Kota maupun Kabupaten Bima yang pernah penulis kunjungi rupanya memiliki permasalahan yang serupa. Hampir setiap pengunjung mendapati sampah-sampah utamanya sampah plastik mengotori laut dan pantai. Pengunjung yang datang pun pastinya terganggu dengan botol-botol bekas dan sampah plastik lainnya yang merusak keelokan pemandangan di wilayah pesisir.

Tak hanya mengganggu pemandangan, plastik sebagai material yang sulit terurai secara alamiah tentunya berbahaya bagi lingkungan hidup. Kantong plastik misalnya, sering kali didapati ikan, penyu, mamalia laut, burung dan karang mati karena tersangkut bekas pembungkus barang ini. plastik yang tersangkut dan menutupi wilayah hutan bakau (mangrove) juga telah lama diketahui bisa mengganggu tumbuhan yang mengandalkan kehidupannya pada akar napas ini.

Penulismenyajikan beberapa tips yang bisa dilakukan para pembaca sekalian ketika berkunjung di sejumlah objek wisata pantai. Berikut langkah-langkah yang bisa kita lakukan untuk menjaga keasrian dan kelestarian lingkungan laut dan pantai kita:

1. Jangan membuang sampah di sungai

Di wilayah Bima tak jarang kita mendapati warga masyarakat membuang sampah hasil rumah tangga di daerah aliran sungai. Mereka berharap air sungai akan menghanyutkannya ke laut. Akan tetapi cara ini membuat laut menjadi tempat pembuangan akhir yang salah untuk sampah-sampah plastik. Sampah-sampah itu akan menumpuk di muara (estuari), atau bahkan terdampar di sepanjang teluk dan pantai Bima. Alangkah bijaksananya kalau kita membuang sampah-sampah itu pada tempat yang telah disediakan.

2. Budayakan Reduce, Reuse, dan Recycle

3R atau Reuse, Reduce, dan Recycle sampai sekarang masih menjadi cara terbaik dalam mengelola dan menangani sampah dengan berbagai permasalahannya. Tak hanya di pantai, pengelolaan sampah dengan sistem 3R ini dapat dilaksanakan oleh setiap orang dalam kegiatan sehari-hari.

Hindari membawa plastik sekali pakai ke pantai. Dengan melakukan pengurangan pemakaian plastik (reduce), maka sampah yang ditimbulkan khususnya yang terbuang di pantai pun akan semakin berkurang. Selain itu anda juga dapat menggunakan kembali bekas pembungkus, botol minuman, dan limbah plastik lainnya untuk berbagai keperluan (reuse). Limbah plastik bisa juga dipergunakan kembali dengan mendaur ulangnya dalam bentuk yang baru setelah melalui penghancuran dan pencetakan kembali. Mengumpulkan sampah plastik untuk kemudian dijual kembali ke pengumpul merupakan salah satu cara terbaik yang dapat ditempuh untuk mengenyahkan sampah dari rumah anda.

3. Jadikan membersihkan pantai sebagai bagian dari aktivitas wisata anda

sampah plastik2

Membersihkan pantai dari sampah plastik bisa menjadi aktivitas menyenangkan jika dilakukan bersama

Sampah plastik tidak bisa diurai dalam waktu yang cepat. Bila sampah organik dapat dengan cepat di urai, penelitian menyebutkan, sampah plastik seperti korek gas, botol, sterofom, tak dapat diuraikan oleh bakteri pengurai sampah dalam waktu kurang dari 100 tahun.

Pantai tidak memiliki kemampuan membersihkan dirinya sendiri. Kita mungkin bisa bersikap apatis dan menganggap membersihkan pantai hanya buang-buang waktu serta tenaga saja. Tapi bagaimana jika seluruh pengunjung pantai berpikiran hal yang sama?

Mulailah menjadikan kebiasaan membersihkan pantai sebagian dari agenda rekreasi anda sekeluarga. Bersihkan pada saat anda baru datang atau sesaat sebelum meninggalkan pantai. Awali dengan membersihkan sampah-sampah hasil aktivitas anda kemudian beranjak membersihkan sekitar. Ajaklah pula rekan, keluarga atau pengunjung lain untuk melakukan bersih pantai agar menjadi aktivitas yang menyenangkan.

4. Bila tak dapat dibawa ke TPA, kumpulkan dan bakar sampah plastik

sampah plastik3

Bakar lalu kuburkan plastik jika tak bisa dibawa ke TPA

Buat lubang sedalam kira-kira 50 cm pada permukaan pasir pantai, namun jika sampah yang dikumpulkan cukup banyak pembuatan lubang bisa ditambah lebih dari satu yang disesuaikan dengan jumlah sampah.  Maksudnya agar lubang yang dibut tidak terlalu dalam atau terlalu lebar.

Setelah sampah dikumpul, masukkan kedalam lubang. Selanjutnya bakar sampah agar terkumpul dan tidak tercerai berai ketika dihanyutkan ombak. Tahapan terakhir, tutup lubang-lubang tersebut kembali dengan pasir, dan ratakan. Air pasang datang akan merapikan pasir bekas timbunan dan pantai pun kembali terlihat indah dan alami.

Nah, sekarang pantai dan pesisir sudah terlihat bersih. Anda pun dapat lebih menikmati suasana pantai terbebas dari sampah-sampah plastik yang mengganggu dengan beberapa langkah kecil itu. Tidak terlalu sulit, bukan?

* Ditulis oleh Arief Rahman, penyuka wisata pantai yang tergabung dalam gerakan Cintai Laut Bima Kita (CLBK)
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. ompujhenggo

    Setiap maslah pasti ad solusinya sekarng tinggal bagaimana pro aktif dari masyarakat yang ada di wilayh tsb mw berubah n mau di ubah….Akan percuma aturn yng akan dterapkan seandainya dari lingkup yang akan datur tidk ikhlas menerima atran tersbt……..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *