Pantai Kolo, Obyek Unggulan Wisatawan Lokal

Kota Bima, Kahaba.- Mengunjungi kawasan wisata dalam mengisi waktu libur seusai menjalankan aktivitas di bulan Ramadhan dan ditutupnya dengan momentum lebaran adalah kebiasaan massal yang selalu dilakukan masyarakat tiap tahunnya. Beramai-ramai bersama teman, kolega maupun keluarga menuju kawasan wisata serasa merayakan puncak kemenangan di momentum hari nan fitri ini.

Kondisi laut lepas di Pantai Kolo. Foto: Madinah Sympel

Kondisi laut lepas di Pantai Kolo. Foto: Madinah Sympel

Memandang lepas dan menikmati keindahan alam serta pesona kawasan wisata, bagi sebahagian pengunjung dimaknai sebagai rasa syukur atas kesempurnaan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.

“Menutup momen puasa dan lebaran dengan merayakan pesta kecil-kecilan di alam bebas bersama keluarga setelah menjalankan rutinitas menahan lapar dan dahaga sebulan lamanya, serasa ada perasaan kemenangan yang pantas dirayakan bersama,” ujar Aminudin, pria asal Rabangodu Utara yang datang mudik dari Sumbawa itu.

Di Pantai Kolo, tampaknya sudah menjadi kawasan prioritas obyek wisata bagi masyarakat Kota dan Kabupaten Bima. Sabtu, 10 Agustus 2013 kemarin, ribuan orang memadati kawasan utara Kota Bima itu. Kemacetan pun tak dapat dihindari. Pengunjung datang dari berbagai penjuru daerah baik di pengunjung asal Kota maupun Kabupaten Bima bahkan dari Kabupaten Dompu.

Sri Naningsih, A.Md yang datang bersama rekan-rekannya dari Desa Monggo Kecamatan Madapangga ke Pantai Kolo mengaku takjub dengan keindahan lautan dan karang yang ada di sana. Sekitar lima motor bersama teman-teman SMA-nya dulu, Sri dan teman-temannya menikmati  pantai nan elok itu.

“Kami memilih Pantai Kolo sebagai tujuan wisata karena memang suasana laut lepas di Kolo dan airnya yang masih bersih membuat kami jatuh hati untuk mengunjunginya,” ujar Sri, yang juga seorang Bidan di Desa Manggelewa Kabupaten Dompu itu.

Bukan hanya di momentum lebaran, hari libur biasa pun masyarakat sudah meminati Pantai Kolo dalam agenda mingguannya. Tentunya, respon dan minat masyarakat harus didorong maju dengan kepedulian dan prioritas program Pemerintah Kota Bima dalam memajukan sektor ekonomi wisata khusus di Pantai Kolo.

Ramli, S.Pi  kepada Kahaba mengungkapkan, Pantai Kolo dan sekitarnya sudah seharusnya dijadikan model wisata unggulan di Kota Bima. Selain pesona alamnya yang indah, di Pantai Kolo keadaan terumbu karangnya pun dapat ditingkatkan menjadi peluang ekonomi yang bisa meningkatkan pendapatan pemerintah dan masyarakat sekitar.

“Wisata diving (menyelam) dengan melihat keanekaragaman hayati di dasar laut kolo sudah bisa dikembangkan melihat potensi karang yang ada. Tentunya, jika karang-karang di Pantai Kolo dirawat dan dikembangkan, bukan hanya pengunjung lokal yang berkunjung, namun turis manca negarapun akan bertandang ke sana,” ujar Ramli yang bersama teman-teman mengaku pernah menanam karang di kawasan pantai itu.

Untuk itu, Ramli mengakhiri, “mengingat besarnya potensi ekonomi wisata di Pantai Kolo, pemerintah harus segera melihat ini sebagai peluang dan membuat program rehabilitasi kawasan dan peningkatan infrasturuktur wisata dalam upaya mendongkrak kemajuan daerah khususnya di Kota Bima,” ungkap Sarjana Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Hasanuddin itu. [BM]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *