Surga Tersembunyi di ‘Oi Nca’ Ntoke

Kabupaten Bima, Kahaba.- Jalan aspal mulus di sepanjang wilayah kecamatan Ambalawi berubah menjadi jalur bebatuan dengan aspal rusak sesaat akan memasuki wilayah Kecamatan Wera. Namun untuk sampai di air terjun Oi Nca di Desa Ntoke yang  kami tuju, perjalanan belum mencapai setengahnya.

Pengunjung tengah menikmati suasana di air terjun 'Oi Nca' Ntoke. Foto: Bin

Pengunjung tengah menikmati suasana di air terjun ‘Oi Nca’ Ntoke. Foto: Bin

Untuk mencapai Desa Ntoke Kecamatan Wera, rombongan kami membutuhkan waktu dua setengah jam dari Kota Bima. Setiba di ujung selatan desa itu rombongan Kahaba yang dipandu oleh Darman, tokoh masyarakat setempat, masih harus melanjutkan perjalanan menelusuri jalan tanah sepanjang satu kilometer yang belum lama dirintis oleh warga setempat. “Mobilnya diparkir di sungai ujung jalan ini, lalu kita lanjutkan berjalan menyusuri sungai,” terang pria setengah baya yang akrab disapa Moa itu.

Oi Nca merupakan destinasi wisata air terjun yang terletak di kawasan hutan di balik gunung yang berjarak sekitar 2,5 km dari selatan desa itu. Moa menuturkan, sejak tahun 1990-an Oi Nca sudah mulai dikunjungi wisatawan local yang penasaran dengan keberadaan air terjun alam ini. “Musim libur lebaran begini, jumlah pengunjung meningkat dari hari biasanya,” ujarnya sambil menuntun perjalanan kami menyusuri sungai besar yang kering kerontang itu.

Semakin jauh berjalan, sungai berbatu yang kami lewati mulai basah berair. Tampak pula di samping kanan dan kiri sungai sawah dan tegalan penduduk yang saat ini memasuki musim panen kacang tanah. Pemberian dari petani setempat, sebaskom penuh kacang rebus pun kami terima sebagai teman perjalanan kami.

Satu jam lamanya kami berjalan, kami mendengar gemuruh air dari balik rimbunnya hutan. Melewati sebatang pohon beringin besar, rombongan kami pun takjub menyaksikan sebuah air terjun setinggi 14 meter berdiri diantara dua dinding batu yang terjal. Sinar matahari yang hampir condong ke barat dari sela-sela pepohonan seolah menambah aksen keindahan ketika mengenai buih air terjun.

 Saya pun berjalan menuju air terjun. Tak berapa lama, saya merasakan wajah diterpa angin basah dari air terjun Oi Nca yang berhasil memupuskan kepenatan selama di perjalanan. Tak sabar rasanya kami merasakan kesegaran air pegunungan yang rupanya juga mengairi sawah dan tegalan di sepanjang sungai kering yang kami lewati.

Beruntung saat ini musim kemarau,  air sungai pun tidak keruh. Tapi, saat hujan, air sungai berubah cokelat dengan debit air sangat besar dan berbahaya untuk dikunjungi. Moa menuturkan, air terjun ini dinamakan ‘Oi Nca’ karena bunyi gemuruh yang ditimbulkannya itu.  “Orang yang datang ke sini belum banyak, tidak terlalu ramai  seperti tahun sebelumnya,” lanjut dia.

Air terjun Oi Nca terkenal sebagai surga tersembunyi, keindahan air terjunnya,  pemandangan alamnya yang cantik, udaranya yang dingin, dan airnya yang jernih berkilauan. Kemolekan pemandangan itulah yang membuat setiap orang yang pernah datang ingin datang, dan datang lagi.

Namun di balik keindangan Oi Nca, sayangnya pemerintah tak mengelola kawasan wisata ini dengan layak. Kurangnya promosi serta terbatasnya akses jalan dan akomodasi membuat surga ini tetap tersembunyi dari pengunjung. Padahal jika dikelola dengan baik dan berwawasan lingkungan, tidak mustahil Oi Nca akan membawa kontribusi ekonomi bagi masyarakat Ntoke dan sekitarnya. [BQ]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *