Surga Bawah Air di Pantai Oi Fanda

Potret Wisata, Kahaba.- Pulau Sumbawa khususnya daerah Bima dianugerahi oleh bentang alam yang luar biasa. Dengan aneka rupa bentuk pantai, Bima memungkinkan berbagai macam aktifitas rekreasi pantai bisa dilakukan. Menjelajahi keindahan dunia bawah air dengan snorkeling adalah salah satu cara menikmati anugerah Tuhan yang bisa dilakukan di beberapa titik di Bima. Salah satu spot penyelaman yang relatif mudah diakses dari Kota Bima adalah pantai Oi Fanda yang terletak di pesisir Ambalawi kabupaten Bima.

Untuk mencapai pantai Oi Fanda tidak terlalu sulit. Dari Kota Bima hanya dibutuhkan waktu tidak lebih dari satu setengah jam dengan perincian satu jam menelusuri jalan menuju Kabupaten Wera yang saat ini dalam kondisi teraspal mulus lalu belok kiri pada pertigaan menuju desa Ujung Kalate. Dari desa terakhir ini butuh sekitar 10 menit untuk tiba di lokasi So Oi Fanda melalui jalanan tanah berbatu. Opsi lain apabila anda ingin mencapai Oi Fanda dari Kelurahan Kolo, dari area wisata So Ati pengunjung tinggal meneruskan perjalanan selama 15 menit, hanya saja jalur yang harus ditempuh lebih menantang karena tanjakan dan kondisi jalan yang ekstrim.

Di pantai yang berada antara dua tebing karang ini lokasi snorkeling terbaik adalah pada karang bagian utara yang sedikit lebih jauh dari aktivitas perahu nelayan. Lokasi ini cenderung terjaga biotanya karena sepanjang pantai lebih didominasi bebatuan karang, bukannya pasir yang menjadi incaran para pecinta rekreasi pantai. Kendati pesisir Ambalawi dan kecamatan lain di Bima dulu pernah terkenal dengan catatan buruk mengenai tangan-tangan rakus nelayan yang suka mencari ikan dengan bom dan racun, namun kawasan Oi Fanda masih menyisakan koral-koral hidup dan ikan ikan yang menggantungkan hidup padanya yang beraneka jenis dan rupa.

Meski  luasan areal jelajahnya sempit namun keunggulan spot ini adalah perairannya yang jernih walaupun kedalamannya cukup dangkal. Dengan ketinggian air mulai dari 1-2 meter pada waktu surut akan sangat memudahkan penyelam pemula sekalipun untuk menikmati sajian pemandangan berbagai jenis karang hidup, ikan hias, bintang laut, dan lain-lain dengan mudah dan aman.

Waktu terbaik untuk melakukan aktifitas wisata bawah air di lokasi ini adalah pagi dan menjelang sore hari. Untuk melepas lelah, pengunjung bisa membeli beberapa butir kelapa muda dari warga setempat yang mejaga kebun. Jika kita beruntung, pagi hari biasanya nelayan mendaratkan perahunya di pantai ini dan kita bisa membeli beberapa ekor ikan segar untuk dibakar di pinggir pantai. Untuk pecinta panorama senja, sunset dari lokasi ini juga sangat menarik untuk dilewatkan.

Seperti tipikal daerah pantai lainnya di Bima, kondisi Oi Fanda memang butuh perhatian kita semua. Vegetasi hutan lamun yang dulu kaya kini menyusut akibat praktek pencarian ikan oleh nelayan setempat yang tidak bersahabat dengan alam. Racun dan bom ikan telah merubah hamparan karang dengan kehidupannya menjadi hamparan karang mati yang membutuhkan waktu lama untuk kembali seperti sediakala. Semoga sepotong surga yang tertinggal di pantai Oi Fanda ini bisa bertahan hingga masih bisa dinikmati sampai anak cucu kita. [BQ]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. MUKMIN_MEE

    Muantabbbbb saya sbagai putera ambalawi sangat mengharapkan ada perhatian dari pemerintah pusat dan daerah agar surga di pantai oi fanda bisa di lestarikan dan di kembangkan jadi tempat pariwisata bravo buat kahaba.

  2. widhan hairun

    moga warga Oi Fanda dan sekitarnya selalu menjaga kelestarian lingkungan sekitar demi kelangsungan ekosistem yang ada di wilayah tersebut. kalau bukan kita, siapa lag?

    • Nurul Syalala

      Saya sangat setuju dengan saudara Agus Firmansyah, karna bagaimanapun juga semuanya ini perlu kita rawat dan jaga kelestariannya demi kenyamanan kita bersama serta kemajuan Bima tercinta. Kalau bukan kita yang merawatnya, Sapa lagi.,. Arnavat darpha mahe (Karna dilaut kami bangga)

  3. Iwan Marewo

    Ingat Oi Fanda, teringat akan masa kecilku dipesisir pantai tersebut. Pantai yg indah dan eksekotis. Semoga tahun depan rencanaku tercapai membawa kedua anakku mengunjungi tanah leluhur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *