Cara Mengunjungi 25 Spot Foto Bima

Wisata, Kahaba.- Kali ini saya ingin berbagi tips spot foto yang wajib dikunjungi jika anda traveling ke Bima dalam waktu 4 Hari 3 Malam. Semoga bisa dipakai untuk referensi menyusun plan travel photography anda. Meski ada banyak spot foto, tapi 25 spot ini menurut lensa kamera saya paling menggoda para traveler sekaligus photografer. Urutan perjalanannya kita buat secara maraton sejak anda turun dari pesawat.

HARI I: Kota BIMA (10 spot)
Pantai Kalaki, Wadumbolo, Lawata, Ama Hami, Sambi Na’E, Asi Mbojo, Sigi Paruga, La’bu, Ule, Kolo

Pilihlah penerbangan pagi dari Bali dan siapkan tripod dan filter (CPL,ND, GND) untuk mendapatkan slow speed karena begitu turun dari Bandara anda bisa langsung menemui pantai sepanjang perjalanan menuju kota Bima. Pantai Kalaki, Wadumbolo, Lawata bisa disantap sekaligus. Aktifitas nelayan diwaktu pagi juga tersedia sebagai menu sarapan. Tiba di dalam kota bisa langsung mengunjungi Istana Bima (Asi Mbojo) dan Mesjid tua (Sigi Paruga) didekatnya.

Teluk Bima / foto: Awaluddin Tahir

wadumbolo / foto: Awaluddin Tahir

Lawata-Pintu Gerbang kita, dalam bahasa Bima / foto: Awaluddin Tahir

Sorenya, bergegaslah ke Ama Hami disana ada sunset dengan ROL yang spektakuler. Jika anda beruntung, bisa mendapatkan spot kuda pacu yang sedang berlatih dipinggir pantai Ama Hami.

Ama Hami, sunsetnya selalu ditunggu warga kota / foto: Awaluddin Tahir

malatih kuda pacu di Pantai Ama Hami

malatih kuda pacu di Pantai Ama Hami / foto: Awaluddin Tahir

View pulau Kambing dan Gunung Soromandi diambil dari bukit Sambina’E / foto: Awaluddin Tahir

Istana Kesultanan Bima / foto: Awaluddin Tahir

masjid Sultan Salahuddin

Masjid Sultan Salahuddin / foto: Awaluddin Tahir

Menginaplah semalam dikota, untuk bangun pagi-pagi besoknya mengejar sunrise di pelabuhan Bima (la’bu Mbojo). Dari pelabuhan Bima, setelah sarapan nasi Kuning, teruskanlah perjalanan ke Ule untuk menuju bagian utara pulau.

Sunrise di Pelabuhan Bima – La’bu Mbojo / foto: Awaluddin Tahir

View dari tanjakan di Ule Bima / foto: Awaluddin Tahir

HARI KE II: BIMA bagian Utara (6 spot)
Persawahan di Wera Barat, Pantai Oi Fanda, Nanga Na’e, Pulau Ular, Nciri Natu, Gunung Sangiang

Sepanjang jalur utara juga dipenuhi pantai dan persawahan. View dari atas bukit bisa menyapu pantai yang berada di bawahnya. Sebelum masuk ke Kecamatan Wera, anda akan bertemu Pantai Oi Fanda yang sepi.

Pantai OI Fanda / foto: Awaluddin Tahir

Persawahan siap panen di Wera  /  foto: Awaluddin Tahir

Setelah berkendaraan 1 jam saya sarankan ambil rehat point di Nanga Na’E. Pemandangan disini asyik sekali.. Jangan lewatkan pemandangan dari atas bukit dimana kita bisa melihat pulau ular (jika ada waktu kunjungi ular-ular jinak disana).

Nanga Na’e Wera / foto: Awaluddin Tahir

Gunung Sangiang – salahsatu dari dua gunung merapi di Bima / foto: Awaluddin Tahir

Perkampungan kecil yang dihuni nelayan Nciri-Natu / foto: Awaluddin Tahir

Butuh setengah harian untuk melahap semua spot sepanjang Kecamatan Wera. Jadi kita akan sampai sore pas sunset di ujung Timur pulau Sumbawa ini.

Torowamba Sape / foto: Awaluddin Tahir

HARI KE III: BIMA bagian Timur (7 Spot)
Torowamba, Lamere, Bajo Pulo, Pantai Papa, Sari Sape, Uma Lengge Wawo, Sawah di Rontu

 Nyambung dari utara ke arah timur Bima, spot nya akan sambung menyambung. Mulai dari pemandangan bukit hijau khas Indonesia bagian Timur, perkampungan kecil di Nciri-Natu hingga pantai Torowamba. Anda wajib bermalam di Sape untuk mendapatkan waktu ideal besok pagi sebelum matahari muncul di jajaran pulau-pulau kecil di Bajo pulo. Menyebrang ke Bajo Pulo hanya butuh waktu 10 menit.

Lamere-perkampungan nelayan diutara Sape ini banyak dihuni suku Bugis / foto: Awaluddin Tahir

Karang dan Pasir Putih Bajo Pulau / foto: Awaluddin Tahir

Bajo Pulo, banyak dihuni oleh bebatuan karang yang bentuknya aneh / foto: Awaluddin Tahir

Siangnya bisa mampir ke Pantai Papa. Dari Sape jika anda ingin langsung ke Selatan tidak akan melewati dua spot lainnya yaitu persawahan bawang di Sari Sape dan lumbung padi tradisional di Wawo. Saya sarankan dari Sape ambil jalur tengah untuk kembali dulu ke kota Bima, sehingga anda tidak kehilangan dua spot di tersebut.

Pantai Papa-teduh dan tenang karena berada diteluk / foto: Awaluddin Tahir

hamparan bawang di Sari Sape / foto: Awaluddin Tahir

hamparan sawah di desa Rontu / foto: Awaluddin Tahir

 HARI KE IV: BIMA bagian Selatan (2 Spot)
Teluk Waworada, Pantai Rontu

Besok paginya mulai jelajahi Bima bagian selatan. Dari kota, menuju ke arah bandara, hingga bertemu persimpangan, belok kekiri. Terus telusuri tanjakannya hingga anda merasa benar-benar berada di area paling tinggi dari jalur jalan (sebenarnya ada Gapura penanda). Berhentilah disitu dan arahkan kameramu ke selatan. Landscape teluk Waworada benar-benar memukau, dua pulau kecil ditengahnya ornamen pelengkap kreasi sang Maha pencipta.

view dari tanjakan di atas teluk Waworada / foto: Awaluddin Tahir

Turun dari puncak Waworada, teruskan perjalanan ke arah selatan lagi hingga bertemu dengan pantai Rontu. kemungkinan sampai di spot ini siang atau agak sore. Hindari tiba disini terlalu sore, karena jalan menuju pantai sepi, rawan pemalakan di jalan.

Pantai Rontu / foto: Awaluddin Tahir

Tuntas sudah 25 spot wajib dalam 4 Hari 3 Malam kita kelilingi secara maraton, namun karena pesawat hanya ada dua kali penerbangan, anda harus menginap semalam lagi untuk menunggu pesawat besok…

 (Dikutip dari 25 spot foto wajib di Bima, 3malam 4siang, oleh: Awaluddin Tahir)
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. Mustamin Ha

    Maasya Allah, dengan melihat spot fotonya saja kagum luar biasa. Dari 25 spot foto hanya 3 yang pernah saya datangi.
    Terima kasih banyak informasinya KAHABA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *