Pulau Kambing Tetap Jadi Idola Wisata

Kabupaten Bima, Kahaba.- Wisata pasca Hari Raya Idul Fitri memang menjadi pilihan utama sebagian besar masyarakat. Lebih seringnya, pantai menjadi pilihan pertama untuk dikunjungi. Di Bima, terbentang luas pantai yang menyajikan pemandangan indah, salah satunya di Pulau Kambing.

Pulau Kambing. Foto: arujiki.blogspot

Pulau Kambing. Foto: arujiki.blogspot

Pulau Kambing memang mudah dikenal dan diingat, bukan lantaran disana banyak dihuni ternak Kambing, tapi letaknya yang mudah dilihat, karena berada di tengah – tengah Desa Bajo, Desa Sarita Kecamatan Soromandi, Pelabuhan Bima dan Kelurahan Kolo.

Sehari setelah Hari Raya Idul Fitri, pulau kambing sudah ramai dikunjungi. Dengan menggunakan perahu tradisonal mesin ketinting, warga ada yang datang dari arah pelabuhan Bima, juga datang dari Pelabuhan Desa Bajo. Tidak saja dari kalangan pemuda, orang tua hingga anak-anak juga terlihat hadir di pulau peninggalan jaman Belanda tersebut.

Salah seorang pengunjung Adi haryanto mengaku, dirinya baru pertama kali mengunjungi Pulau Kambing. Selama ini, hanya lewat dan mendengar cerita dari teman dan kerabat. Tapi saat tiba pulau Kambing, tempatnya indah dan layak untuk dikunjungi untuk berwisata.

Anak muda saat berwisata di Pulau Kambing. Foto: Eric

Anak muda saat berwisata di Pulau Kambing. Foto: Eric

“Menurut saya Pulau Kambing itu indah, ada pasir putih nya juga,” ujarnya, Kamis (7/7).

Menurut riwayat, Pulau Kambing juga menyimpan banyak peristiwa sejarah. Pulau tersebut pernah dijadikan gudang penyimpanan BBM oleh Belanda, dan di bom Jepang ketika waktu menjajah Indonesia.

“Cerita yang saya dengar memang Pulau Kambing punya cerita sejarah. Jadi asik juga berwisata sekaligus belajar sejarah, adalah dua hal yang menarik untuk dilakukan,” katanya.

Ady berharap, Pulau nan indah dan bersejarah tersebut bisa dikelola dengan baik oleh Pemerintah Kabupaten Bima atau Kota Bima. Kerja sama yang baik, tentu akan memberikan hasil yang baik pula. Karena tempat wisata perlu didorong dan dikembangkan, karena akan menjadi aset yang dinikmati dari generasi ke generasi.

*Eric

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *