Apiknya Kolo Dalam Sentuhan Pariwisata

Wisata, Kota Bima.- Sore itu, Jumat (21/9), rombongan team Kahaba mencoba menilik potensi laut di kawasan utara Kota Bima. Tibalah Crew di kawasan pesisir pantai Kolo. Tampak beberapa warga yang menikmati suasana sunset sore itu. Mega langit jingga di ufuk barat, menghias sore pantai Kolo dalam kanvas estetika alam yang begitu fantastis.

Pantai Kolo mulai dilirik wisatawan

Suatu saat nanti bahkan saat ini, tampak geliat masyarakat mulai memilih kawasan Pantai Kolo untuk menjadi obyek wisata andalan mereka. Melepas lelah di akhir pekan sudah menjadi kebiasaan massal masyarakat untuk mengunjungi kawasan pesisir Pantai Ule hingga pesisir Kolo. Ramainya wisatawan lokal saat Idul Fitri lalu adalah indikator betapa pantai Kolo mulai dilirik masyarakat Bima dan sekitarnya.

Munculnya proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Dusun Bonto akan menjadi daya tarik tersendiri di kawasan utara Kota Bima itu. Sudah seharusnya Pemerintah Kota Bima mulai membuat grand design, betapa Kolo memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

Memandang ke arah timur di pesisir Pantai Kolo dengan hamparan laut lepas, serasa menghilangkan penat dan segala persoalan hidup yang ada. Menyandarkan diri dan mencari ketenangan di kawasan itu sudah menjadi pilihan yang sangat tepat. Crew yang menunggu terbenamnya mentari petang itu serasa tak ingin beranjak, betapa sentuhan angin Kolo menentramkan jiwa muda para personil Kahaba.

Pantai Kolo perlu penanganan serius agar potensi wisata bisa sejalan dengan kesiapan dan keasrian lingkungan.

Kolo kini bagai bayi yang perlu sentuhan sejak dini. Potensinya yang bisa mengangkat Bima di mata nasional bahkan internasional harus menjadi pekerjaan rumah para stakeholder untuk duduk bersama dan mengemas Kolo dengan tidak meninggalkan luhurnya budaya Dou Labo Dana Mbojo. Jangan biarkan Kolo terendus modernisasi yang mengikis nilai-nilai luhur budaya yang ada.

Berjalan ke utara dari Kolo hingga tembus ke kecamatan Ambalawi, Kabupaten Bima. Di sana, kita akan menemukan betapa indahnya potensi laut di kawasan itu. Terumbu karang di pesisir So Numbe, So Nehe, dan So Oi Fanda yang begitu indah, akan menjadi daya tarik tersendiri sebagai bagian keanekaragaman atas kesempurnaan keindahan yang dimiliki pantai Kolo.

Eloknya suasana sore itu mengingatkan crew akan sebuah kawasan wisata andalan di Pulau Lombok. Kawasan itu tak lain adalah Pantai Senggigi yang terletak di Kabupaten Lombok Utara. Posisi Kolo di kawasan utara pusat kota persis seperti posisi Senggigi yang kini menjadi andalan kawasan wisata di Bumi Gora ini. Beribu-ribu turis mancanegara berkunjung tiap bulannya di Senggigi.

Sudah seharusnya semua pemangku kebijakan untuk duduk bersama, membahas wajah Kolo dalam perspektif wisata dan memiliki kekhasan yang dekat dengan budaya Bima. Sudah saatnya pula, Kolo diarahkan dalam perspektif wisata yang sehat demi peningkatan ekonomi daerah yang kita cintai ini. [BM]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *