Hebat, Duta Anak Kota Bima Wakili NTB di Tingkat Nasional

Kota Bima, Kahaba.- Forum Anak Kota Bima ikut berpartisipasi dalam Kegiatan Forum Anak atau Temu Anak NTB. Kegiatan yang diikuti perwakilan masing-masing Kabupaten dan Kota se-NTB itu digelar selama 18-20 Mei 2017, di Hotel Grand Legi, Mataram.

Omar, Setiawan dan Riski Ananda mewakili NTB Duta Anak di tingkat Nasional. Foto; Santun Aulia Fadilat (Facebook)

Duta anak Kota Bima diwakili oleh Muhammad Omar Qilya Alrizis (14), Setiawan (15) dan Riski Ananda (14). Duta Anak Kota Bima didampingi Rasnaidah, sebagai Kabid Pemenuhan Hak-hak Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Bima dan Lily Marfuatun dari LPA Kota Bima.

Pada kegiatan tersebut, Duta Anak Kota Bima menyampaikan aspirasi anak-anak kota Bima, memperkenalkan kesenian daerah kota Bima dan banyak hal positif lainnya.

Salah satu Duta Anak Kota Bima, Omar Qilya Alrizis Lahir (16) Terpilih menjadi Duta Anak NTB 2017. Omar akan mewakili NTB untuk Temu Anak Nasional 2017 di Provinsi Riau. Selain itu, Omar terpilih menjadi Best In Presentation pada kegiatan Temu Forum Anak NTB 2017.

Pada saat Audiensi dengan Wakil Gubernur NTB, Omar Duta Anak Kota Bima menyampaikan aspirasinya tentang Peraturan Gubernur tentang pembatasan Zona Wilayah Pendidikan untuk masuk SMA.

Menurut Omar, peraturan tersebut membatasi hak pendidikan anak dan tidak sesuai dengan keinginan mereka sendiri. Jika alasan pemerintah untuk pemerataan kualitas pendidikan, mengapa tidak terlebih dahulu pemerataan fasilitas masing sekolah agar tidak ada komplen seperti ini.

Para peserta audiensi terkagum dengan Pendapat Duta Anak Kota Bima tersebut. Wakil Gubernur merespon positif dan berjanji akan meninjau kembali peraturan tersebut bersama Sekda NTB.

Selain itu, Omar mendapat kesempatan Pertama foto Bersama Bapak Wakil Gubernur.

*Santun Aulia Fadilat (Anggota LPA Kota Bima)

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *