Endemik Malaria, Pengobatan Gratis Digelar di Kecamatan Tambora

Citizen Journalism, Kahaba.- Sebagai salah satu daerah endemik penyakit malaria di Kabupaten Bima, Kecamatan Tambora mendapatkan perhatian khusus instansi kesehatan setempat. Sabtu, 9 Maret 2013 kepala Puskesmas Kecamatan Tambora Sahabudin S.Sos bersama anggota petugas penyuluhan dan pemeriksaan penyakit malaria serta dokter PTT melakukan pemeriksaan darah untuk mendeteksi penyakit malaria. Selain itu juga digelar pengobatan gratis untuk siswa-siswi SDN Oi Marai dan warga UPT SP3 ( Unit Pemukiman Transmigrasi Satuan Pemukiman 3) Kecamatan Tambora.

Ilustrasi

Ilustrasi

Pemeriksaan yang berlangsung dari pukul 09.00-11.00 ini diikuti oleh 105 orang siswa dan warga yg datang ke SDN Oi Marai. Petugas melakukan pemeriksaan yang meliputi tes darah untuk mendeteksi penyakit malaria, cek tekanan darah, konsultasi dan pengobatan gratis.

Warga merasa terbantu dengan kedatangan para petugas puskesmas yang langsung menjemput pasien ke lapangan dan memberikan pengobatan gratis. Beberapa warga SP3 mengaku mengalami sakit panas dan demam akibat musim barat namun tak mampu berobat karena jarak menuju puskesmas yg cukup jauh (sekitar 17 km) dengan kondisi jalan yang rusak berat akibat hantaman badai musim barat.

Selain itu warga yang rata-rata berprofesi sebagai petani ini merasa kesulitan akibat tidak adanya uang untuk berobat ke Puskesmas Pembantu di daerah tersebut yang sejak didirikan tahun 2005 terbengakalai dan tidak berfungsi. “Mudah-mudahan pengobatan gratis ini tidak hanya sekarang saja. Bisa rutin,” harap Ama Mendur (67 tahun) tahun yang datang berobat.

Hal ini diamini oleh Kepala Puskesmas. Untuk selanjutnya program pemeriksaan dan pengobatan gratis ini akan dilaksanakan rutin 3 kali dalam setahun. “Semoga dengan semakin tanggap tenaga medis dan pemahaman warga tentang penyakit dan cara penanggulangannya membuat daerah di kaki gunung Tambora ini sedikit demi sedikit bisa terlepas dari daerah endemik penyakit malaria,” harapnya.

Program pengobatan gratis ini dilaksanakan setelah ada satu orang siswa SDN Oi Marai yg meninggal tanpa terdeteksi jenis penyakitnya (Hermansyah kelas 6) dan kurangnya pemahaman dan pengetahuan warga untuk merawatnya dengan tepat. [CZ]

Berita Kiriman dari: Nani Nurhasanah, Guru SDN Oi Marai Kecamatan Tambora Kabupaten Bima

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

  1. Ompujhenggo

    Tips Bebas Malaria cuma satu Sadarlah Apakah Anda Orang Yang Beriman attw Tidak karena Orang yang Beriman sadar Kalo Kebersihan Itu adalah Sebagian dari Iman…..(LINGKUNGAN HARUS BERSIH)
    Bantuan hanya sekali2 klo dri kita tidak sadar akan kebersihan itu percuma…..
    LEBIH BAIK MENCEGAH DARIPADA MENGOBATI…..INGA…INGA…INGA…TING

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *