Empat Tahun Kahaba Mengayuh Waktu

Waktu adalah kesempatan, untuk mengukir perjalanan dan melewati prosesnya. Menapaki setiap jengkal waktu, dan mempersembahkan jejak – jejak peristiwa yang membuat tiap relung ruang semakin bermakna.

Pimred: Faharudin Bin Kalman

Pimred: Faharudin Bin Kalman

Tentu, setiap orang memiliki definisi waktu yang berbeda – beda. Tergantung pilihan, mengajaknya agar bisa dikendalikan dengan penuh warna, atau mempersilahkan waktu bertindak sendiri.

Namun bagi Kahaba, waktu menjadi ukuran untuk menjaga optimisme dan semangat memberikan karya terbaik. Dengan segala keterbatasan dan kelebihan, waktu yang terlampau banyak peristiwa hidup, digores untuk dimunculkan ke permukaan.

1.460 hari pun telah dilalui, Kahaba menjadi bagian waktu dan saksi setiap peristiwa yang terjadi. Intrik, kesedihan, air mata, rasa tak beradaya, kematian, luka, konflik, rekayasa dan kebohongan.

Tidak hanya itu, Kahaba juga hadir dalam perkara gembira, prestasi, kejujuran, senyum bahagia, politik, hingga setiap jengkal proses perubahan pembangunan daerah, Kahaba tidak menutup mata.

Kemudian melintasi ruang, mengabarkan setiap yang dilihat, didengar dan dirasa kepada seluruh alam.

Waktu tidak pernah kembali. Ia akan terus bergerak entah sampai kapan. Pun demikian Kahaba, ia akan terus berjalan dan bergerak dan menjadi bagian waktu yang tak ingin terpisahkan dari sebuah peristiwa. Menjadi sahabat yang baik dari semua yang ada disetiap waktu.

Sekali lagi, kemudian melintasi ruang, mengabarkan kepada seluruh alam.

Seperti syair Iwan Fals pada lagu Kesaksian “Aku bernyanyi, Menjadi Saksi”, dengan waktu yang ada, kami ingin selalu mengayuh semangat berkarya ini untuk terus menyuguhkan setiap kabar dan kejadian untuk pembaca.

Rasa terimakasih yang tulus pun kami sampaikan, karena telah berkunjung dan mengikuti setiap peritiwa yang kami sajikan.

Empat tahun yang lalu, Tanggal 19 Maret 2012, dengan semangat yang tak surut, dari awal hingga kini kami terus belajar dan memperbaiki diri. Tidak itu saja, Kahaba juga berusaha dan tetap menunjung tinggi setiap ketentuan dalam menulis dan mengabarkannya.

Diusia keempat ini, banyak harap yang dipanjat. Seperti waktu yang semakin menyenangkan, peristiwa yang memberi didik dan teladan, dan ditambah kekuatan untuk terus menjaga semangat dalam berkarya. Amin

*Redaksi

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *