Beginilah Warung Sederhana Tempat Norman Kamaru Jualan Bubur

Jakarta – Mantan anggota Brimob Gorontalo yang tenar gara-gara video menirukan joged dan lagu India berjudul ‘Caiya Caiya’ kini banting stir dengan berjualan di warung. Baca: Norman Kamaru ‘Caiya-caiya’ Kini Jadi Tukang Bubur untuk Sambung Hidup. Seperti apa warung sederhananya itu?

Seperti dilansir detik.com yang menyambangi warung Norman di Tower Herbras Kalibata City, Jakarta Selatan, Selasa (9/9/2014) sore. Kebetulan ia tengah berada di sana.

Suasana  warung bubur milik Norman Kamaru

Suasana warung bubur milik Norman Kamaru

“Beginilah warung saya, kecil dan sederhana. Lumayan lah hasilnya buat menyambung hidup,” kata Norman saat berbincang dengan detikcom di lokasi. Ia kemudian meminta izin untuk melayani pelanggannya.

Warung Norman yang didominasi warna biru terbilang sederhana dengan ukuran 3,5×4 meter persegi. Di situlah dirinya menjual berbagai makanan dan minuman, terutama masakan khas Manado.

Norman saat itu tampak sibuk di dapur warungnya menyiapkan masakan untuk pelanggannya. Tangannya tampak cekatan membersihkan berbagai jenis sayuran, dan memotong-motong daun bawang.
5872178_20140909082323Norman memakai kaos warna oranye dipadu celana jeans biru. Tatonya di kedua lengannya tampak menyembul sebagian. Ia juga terlihat memakai anting di telinganya.

Norman kini terlihat jauh lebih kurus dibandingkan dengan 2011 lalu. Saat itu namanya meroket setelah mengunggah video aksinya di Youtube sebagai Brimob menirukan joged dan lagu India berjudul ‘Caiya Caiya’.

Kata Norman, dirinya setiap hari berada di warungnya tersebut untuk melayani pelanggan. Ia mengaku membuka usaha makanan karena sejak dulu punya bakat memasak.

“Saya kalau masak memang dari dulu hobi. Khususnya masakan khas Manado,” imbuh Norman.

*Detik.com/Rangga

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *