Anak Yatim ‘Ady Kasipahu’ Melenggang ke Dangdut Academy Indosiar II

Kota Bima, Kahaba.- Cita-citanya memang sejak kecil, ingin menjadi penyanyi dangdut terkenal. Asa itu pun sebentar lagi akan diraih Ady Pratama Saputra. Dengan modal suara merdu dan wajah intertaint yang dimilikinya, bukan hal yang mustahil bagi pria 22 Tahun itu mewujudkan mimpi kecilnya pada ajang  Dangdut Academy Indosiar II.

Ady Kasipahu. Foto: Bin

Ady Kasipahu. Foto: Bin

Yah, pria yang biasa dipanggil Ady Kasipahu itu kini mewakili Provinsi NTB dan siap menjalani karantina dengan 34 orang penyanyi lainnya di seluruh pelosok Nusantara. Anak pertama dari tiga bersaudara yang lahir 8 Agustus 1992 itu merasa optimis mampu menjadi yang terbaik pada ajang tahunan tersebut.

Kepada kahaba.net, Putra Edi Sirajudinsyah dan Ela Yulianti Dewi (Almarhumah) itu mengaku, dari empat orang penyanyi daerah di NTB yang ikut seleksi di Mataram, hanya ia yang berhasil lolos untuk mengikuti seleksi di Jakarta. Alhasil, penilaian akhir dihadapan juri, ia berhasil menyingkirkan puluhan ribu kontestan lain dan meraih Golden Ticket.

“Ada 35 orang yang masuk untuk dikarantina dan mengikuti  Dangdut Academy Indosiar II. Gimana ya, perasaan bangga, haru dan bahagia bercampur, gerbang mewujudkan mimpi mulai terbuka,” ujar warga Kelurahan Lewirato Kecamatan Mpunda, Kota Bima itu, Sabtu (3/1) di Villa Kosambo.

Ia mengaku, sejak kecil dirinya hobi menyanyi, terutama dangdut. Sebagai anak yang lahir dari rahim seorang ibu yang juga penyanyi dangdut di daerah, Ady yang juga Alumni SMAN 2 Kota Bima tidak sulit belajar bagaimana bernyanyi dangdut dengan baik dan benar.

Ady Kasipahu. Foto: Bin

Ady Kasipahu. Foto: Bin

Kemampuannya mengolah vocal pun beberapa kali dibuktikan melalui Festival se Pulau Sumbawa. Beberapa prestasi terakhir yang disabet, diantaranya meraih juara pertama Festival yang diadakan STISIP Mbojo-Bima, Juara Dua Festival Dangdut Se Pulau Sumbawa. Juara dua Festival se Pulau Sumbawa di Kabupaten Dompu.

Untuk terus mewujudkan mimpinya, Ady juga pernah beberapa kali Ikut audisi ajang bergengsi di salah satu Stasiun TV Swasta. Seperti Indonesian Idol Tahun 2010 di Jakarta, namun mimpinya kandas di tahap ketiga. Kemudian Indonesian Idol kedua yang diikutinya di Makassar, namun ia harus pulang di tingkat kedua.

“Meski beberapa kali gagal, saya semakin memacu diri dan tidak berkecil hati. Hingga pada seleksi Academy Dangdut Indosiar II ini, saya terus memompa diri untuk tetap semangat dan yakin akan kemampuan diri,” tuturnya.

Upaya dan doanya tak sia-sia, dirinya pun dipilih untuk menjadi penghuni Dangdut Academy Indosiar II dan siap di karantina dan bertarung dengan kontestan lain yang juga memiliki kemampuan lebih darinya.

Lolos masuk  Dangdut Academy Indosiar II, sambungnya, tidak lepas dari peran orangtuanya yang selalu menemani dari Mataram sampai Jakarta. Pun berkat dukungan keluarga, Kosambo dan seluruh doa masyarakat Bima.

Ia pun berharap doa, dukungan melalui SMS yang sebanyak-banyaknya dari masyarakat Provinsi NTB, Bima khususnya, baik didaerah maupun masyarakat Bima yang berdomisili di daerah lain. Karena tanpa dukungan tersebut, dirinya bakal sulit untuk melalui setiap proses dan tahapan di Dangdut Academy Indosiar II.

Ady Kasipahu kini tengah mempersiapkan bekal yang cukup untuk membawa nama daerahnya berkibar di tingkat Nasional. Sebentar lagi, ia akan bertolak ke Jakarta dan merajut mimpi-mimpinya. Bekal itu, tentu tidak lain, yakni doa yang tulus, dukungan yang ikhlas dari seluruh lapisan masyarakat Bima dan NTB. Karena akan menjadi kebanggaan masyarakat NTB, jika Ady menjadi yang terbaik pada ajang tersebut.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *