Awal Juli Nanti UKM Biru 09 STIE Bima Gelar Festival Musikalisasi Puisi

Kota Bima, Kahaba.- UKM Biru 09 STIE Bima dalam waktu dekat bakal menggelar Festival Musikalisasi Puisi. Rencananya, kegiatan yang mengangkat tema “Berdaya Dengan Budaya” tersebut akan digelar selama 3 hari.

Humas UKM Biru 09 STIE Bima Fahrudin Bimantara. Foto: Istimewa

“Jika tidak ada halangan, acaranya kita gelar tanggal 5 Juli – 7 Juli 2018,” sebut Humas UKM Biru 09 STIE Bima Fahrudin Bimantara, Kamis (28/7).

Kata dia, festival tersebut bakal digelar di halaman Kampus STIE Bima. Sementara peserta festival tidak dibatasi atau dibuka untuk umum.

“Pendaftaran sudah kita buka sejak tanggal 21 Juni dan berakhir tanggal 3 Juli dan tidak dipungut biaya,” katanya.

Saat festival nanti sambungnya, peserta harus membawakan puisi wajib yang bisa dipilih seperti puisi Buat Gadis Rasid karya Khairil Anwar, Cermin Retak Seribu karya Mustafa W Hasyim, Kita Adalah Pemilik Sah Republik Ini karya Taufik Ismail, Padamu aku Berguru Mama karya Joe Riza Manua, Surat Dari Ibu karya Asrul Sani dan puisi Mata Hitam karya WS Rendra.

Brosur Festival Musikalisasi Puisi

“Untuk puisi pilihan adalah puisi berbahasa Indonesia penyair dari Provinsi NTB,” ujarnya.

Dari festival ini kata dia, peserta akan mendapatkan piagam, plakat uang tunai jutaan rupiah dan sejumlah hadih lain.

Fahrudin menambahkan, kegiatan tersebut selain mempromosikan STIE Bima, musikalisasi puisi memiliki banyak manfaat yaitu menyampaikan pemahaman kepada audien melalui syair-syair puisi yang disampaikan. Kemudian memudahkan upaya sosialisasi puisi kepada masyarakat dan lebih merangsang minat masyarakat untuk memasuki dunia sastra.

“Harapan kami dari kegiatan ini juga, generasi di daerah bisa mengekspresikan hasil cipta karyanya di panggung spektakuler,” tambahnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *