Satu Lagi, Calon Superstar Dangdut asal Lewirato

Kota Bima, Kahaba.- Kelurahan Lewirato Kecamatan Mpunda Kota Bima – NTB memang punya banyak talenta muda. Setelah Ady Bima sukses di Dangdut Academy (DA2) Indosiar, Rizka Alboa yang juga putera asli Kelurahan Lewirato akan kembali bertarung dengan 34 talenta dangdut lain diseluruh Indonesia pada DA3 Indosiar.

Rizka Alboa

Rizka Alboa

Alboa, begitu biasa ia dipanggil, merupakan anak muda biasa yang lahir dari keluarga yang sangat sederhana. Sehari – hari pun, pemuda yang memilik tinggi badan 174 cm itu bergaul seperti biasa, tak ada yang menonjol dari kehidupannya, terlebih prestasi.

Hanya saja, Alboa memang punya bakat menyanyi. Kemampuan yang dimiliki tersebut seringkali disalurkan pada lomba Karaoke, meski didalam kampung sendiri. Tidak hanya itu, di SMA 2 Kota Bima, tempat Alboa sekolah, ia juga sering muncul dan bernyanyi dengan Band sekolahnya.

Semangatnya untuk terus mengasah kemampuan bernyanyi juga disalurkan pada sejumlah Lomba Festival Dangdut tingkat Daerah. Tapi, dia tidak pernah meraih juara, langkahnya selalu terhenti pada babak 10 besar. Tapi Alboa tak patah arang, terakhir ia mencoba peruntungan untuk ikut seleksi DA3 Indosiar yang diadakan oleh Kosambo pada bulan Oktober Tahun 2015 lalu.

Dari 60–an orang peserta yang ikut, kemudian menyusut menjadi 21 orang. Setelah itu, kru Indonesiar sebanyak 3 orang hadir di Bima menyeleksi langsung peserta yang tersisa tersebut di Villa Kosambo. Upaya yang tidak sia – sia, hasilnya Alboa mendapat kesempatan untuk menjadi bagian dari 35 peserta DA3 Indosiar, yang akan berlaga pada Januari Tahun 2016 mendatang.

Rizka Alboa saat proses audisi di Kosambo

Rizka Alboa saat proses audisi di Kosambo

“Setelah di audisi langsung oleh tim Indosiar, kami menunggu hasilnya selama satu bulan lebih. Saat itu, saya langsung di telpon oleh pihak Indonesiar Rabu Tanggal 16 Oktober 2015, mengabarkan bahwa saya lolos masuk 35 besar DA3,” ujarnya saat bertandang di kantor Redaksi Kahaba.net, Rabu (23/12).

Alboa mengaku, saat dirinya dikabarkan lolos, perasaan kaget, terharu, bahagia campur aduk. Begitu bahagia dirinya membayangkan bisa tampil di panggung megah DA3 Indosiar, bersama 34 orang calon bintang dangdut lainnya.

“Mendengar kabar tersebut, terbayang wajah orang tua, H. Sutarman Kosambo dan proses perjuangan dan penantian selama ini. Saat itu juga saya menghubungi orang tua saya dan H. Sutarman, mengabarkan saya lolos masuk di 35 besar, tanpa proses seleksi memperoleh golden ticket,” tuturnya.

Langkah awal meraih kesuksesan pun telah ada didepan mata, Alboa kini tengah mempersiapkan diri agar bisa tampil dengan maksimal dan menunjukan jika dirinya mampu menjadi yang terbaik. Sejumlah agenda persiapan diri pun mulai diatur dengan baik, seperti menjaga kesehatan, rutin berlatih dengan diajari oleh sejumlah musisi Bima, kemudian sering tampil pada sejumlah acara, seperti pernikahan sanak keluarga, guna memantapkan penampilan dan olah vokal.

Selain itu, pemuda yang mulai hobi bernyanyi sejak SD itu juga melengkapi diri dengan pengetahuan – pengetahuan yang seringkali ditampilkan pada ajang yang diikutinya tersebut. Seperti pengetahuan tentang kondisi daerah, budaya lokal dan pariwisata Bima. Agar nanti bisa disampaikan jika sekali waktu diminta untuk mengangkat potensi daerahnya.

Pemuda berusia 19 tahun itu pun menggantungkan cita – citanya menjadi penyanyi dangdut profesional yang sukses itu kepada doa dan dukungan seluruh masyarakat Bima dan NTB. Jika tidak, maka langkah dan impian tersebut akan terhenti dibabak penyisihan.

Tapi, putera pertama dari pasangan Ridwan Biller dan Hasnah itu merasa yakin dan optimis, ia bisa mengikuti jejak seniornya di DA2 Indosiar Ady Bima, dan mempersembahkan yang terbaik untuk tanah kelahiran dan daerahnya.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. Lun lun

    Kok tingginya 174meterrrr siiiihhhh….
    Capa ciih inih yang ngetiikkk??? abang bin pastik.. *eh*
    trus itu ada kalimat yang bilang, Albo, begitu biasa rizka di panggil… lah yang bener manaaahhh??? alboa apa rizkaaaa???
    sebaiknya diubah jadi: Alboa, begitu biasa ia dipanggil.

    dan pula, di sama panggil nggak boleh dikasi spasi, karena bukan menjukan tempat.

    sekian kritikan dari guru bahasa indonesia.. *ehem*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *