MTQMu Bima, Ikhtiar Menjawab Krisis Kader Ulama

Oleh: Anwar Sadat*

Anwar Sadat

MTQMu Bima adalah singkatan dari Majelis Tahfidzul Quran Muhammadiyah Bima lembaga non struktural di Muhammadiyah Bima. Lembaga ini bertugas membaca, menghafal dan mengkaji ayat-ayat suci Al Quran.  Di persyarikatan Muhammadiyah Bima gerakan tersebut baru terbentuk dan telah berjalan sekitar tiga tahun yang lalu, insya Allah akan tetap berlanjut sampai tahun-tahun yang akan datang agar bisa menjawab krisis dan terus memproduksi kader-kader ulama di Muhammadiyah Bima. Insya Allah “Madrasah” ini akan tetap hidup selama tidak menderita penyakit kronis yang mematikan.

Tepatnya pada tanggal 10 Maret 2015 M oleh Ustadz Muhaimin, Ustadz Kaharudin, Wahyu Mulyadin dan Anwar Sadat, mendirikan Majelis Tahfidzul Quran Muhammadiyah (MTQMu) Bima. Atas dasar usulan, saran dan hasil musyawarah untuk mencapai sebuah kesepakatan anak-anak muda Muhammadiyah yang jernih pikiran dan hatinya melihat Muhammadiyah dulu, kini dan yang akan datang. Artinya gagasan tersebut lahir dari hasil pembacaan atas perjalanan Muhammadiyah dan nasib Muhammadiyah pada masa-masa yang akan datang.

Lewat lembaga ini, beberapa kader Muhammadiyah diantaranya ustadz Abdurrahman Yusuf, M. Pd.I, Ustadz Muhaimin, M. Pd, Utadz Dopu Teibang, S. Pd.I,  Wahyu Mulyadin, M. Pd.I, Hendra, M. Si,  Muchlis, M. Pd.I, Syarif, Basit, Fachri Bin Abdurrahman Yusuf, M. Pd.I dan terakhir adalah penulis sendiri melakukan pertemuan secara rutin setiap hari Rabu sekitar pukul 20.00 wita sampai selesai untuk menyetor ayat-ayat Alquran yang telah dihafal. Dalam satu kali pertemuan, masing-masing anggota menyetor satu halaman atau setengah lembar ayat-ayat Alquran. Artinya dalam setahun para anggota mampu menghafal 3 (tiga) Juz Alquran. Pelan tapi pasti target para anggota yang ada di majelis ini akan menghafal seluruh ayat-ayat Alquran 30 (tiga puluh) Juz selama delapan sampai sepuluh tahun yang akan datang.

Pada saatnya nanti para alumni “Madrasah” MTQMu Bima akan menjadi ulama dalam bidang tahfidz Alquran lengkap dengan tafsir-tafsirnya. Insya Allah mereka yang menjadi “matahari” umat sebagai penerang-pencerah hati dan kalbu mereka khususnya warga persyarikatan Muhammadiyah. Kelak mereka akan tampil mengambil bagian dalam haraqah dakwah (gerakan dakwan) untuk tanwîr al-uq?l wa tanwir al-qul?b (gerakan pencerahan untuk mencerahkan akal dan mencerahkan hati).

Tentu menjadi kewajiban individu maupun kolektif, sebelum mencerahkan hati dan akal-pikiran umat, mencerahkan hati dan akal-pikiran pribadi masing-masing menjadi utama dan yang paling utama agar menjadi pribadi yang kuat. Kuat secara tauhid, kuat secara ibadah dan kuat secara akhlak sehingga syarat-syarat menjadi intelektual ulama terpenuhi. Penulis sangat optimis dan mudah-mudahan direstui oleh Allah perjalanan MTQMu Bima akan tetap bersinar memberikan harapan hidup yang cukup bermakna dan dia tidak akan berlalu tanpa memberi makna bagi kehidupan dan bagi kelangsungan dakwah di Muhammadiyah.

Madrasah Alquran Melalui MTQMu Bima

Alquran itu ibarat cahaya, cahaya berfungsi menerangi kegelapan hingga semuanya menjadi jelas. Kitab suci Alquran telah menegaskan atas dirinya menjadi kitab petunjuk yakni petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa (al-Baqarah 2: ayat 2), petunjuk bagi orang-orang yang berbuat baik, dan petunjuk bagi umat manusia. Disamping sebagai kitab petunjuk (hudan), Alquran juga sebagai kitab rahmat (rahmah) dan kitab yang memberi kabar gembira (busyra) bagi orang-orang yang berserah diri (hudan wa rahmah wa busyra lil muslimin) (an-Nahl: 16 Ayat 89), dan bagi orang-orang yang beriman (an-Nahl:16 ayat 64). Dengan demikian, Alquran menjadi begitu jelas (mubîn) di hati orang-orang yang berserah diri dan yang beriman kepada kitab Alquran sehingga tidak ditemukan sedikitpun pesan-pesan yang berupa nasehat, kisah-kisah masa lalu, ancaman, berita ghaib dan lain-lain yang bengkok (iwajan) (al-Kahfi: 18: ayat 1) alias yang tidak bisa dipertanggungjawabkan secara iman dan dengan ilmu pengetahuan.

Lewat tadabbur (merenungi), tafakkur (memikirkan), tadzakkur (penghayatan) atas pesan ayat-ayat Alquran, para anggota yang ada di “Madrasah” MTQMu Bima memiliki spirit membaca, menghafal, mengkaji dan insya Allah mengamalkan pesan-pesan yang terkandung di dalamnya. Serta tetap terus belajar Berasshafa (membersihkan hati), Beralwafa (menselaraskan antara kata dan laku), dan tidak beraljafa (tidak risau atas pujian dan cacian). Sikap-sikap tersebut dalam rangka mentarbiyah diri (mendidik diri) agar hati, pikiran dan tingkah laku tetap dalam bingkai pesan-pesan Alquran yang mulia sehingga menjadi pribadi yang mulia yang memproduksi kata-kata, kalimat-kalimat serta tingkah laku yang positif.

Sikap mental yang positif tersebut bersumber dari hati. Jadi, hati yang selalu dibacakan ayat-ayat suci Alquran bagaikan rumah yang dihuni oleh orang-orang yang bertakwa ia akan tetap aman dan nyaman. Keamanan dan kenyamanan membuat orang bahagia di dunia dan akhirat. Sebaliknya hati yang jarang atau bahkan tidak pernah dibacakan ayat-ayat suci Alquran akan hancur bagaikan hancur rumah yang tidak dihuni. Hati menjadi gundah gulanah sehingga memproduksi kata-kata kotor, pikiran-pikiran kotor merupakan cerminan dari hati yang sakit (qalbun marid).

Sebab, ujaran yang positif bersumber dari pikiran yang positif, pikiran yang positif bersumber dari hati yang sehat (qalbun salim). Hati yang sehat berarti telah mendapatkan percikkan dari ayat-ayat Allah yang suci pula. Sebaliknya, ujaran-ujaran negatif bersumber dari pikiran negatif dan pikiran-pikiran negatif bersumber dari hati yang sakit (qalbun marid). Berarti hati yang sakit belum mendapatkan percikkan energi positif dari ayat-ayat suci Alquran.

Wa Allah A’lam Bishawab

*Penulis juga Anggota MTQMu Bima, Ketua Program Studi Pendidikan (PRODI) Bahasa Arab IAI Muhammadiyah Bima, Ketua Majelis Pendidikan Kader  (MPK) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupten Bima, Ketua Bidang Tabligh dan Kajian Keagamaan Pemuda Muhammadiyah Kota Bima,  Wakil Ketua Bidang Keagamaan KNPI DPD II Kabupaten Bima.

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *