Reward Terbaik Dari Allah SWT

Oleh: Khairunnisa*

Ilustrasi

Reward adalah istilah dalam bahasa Inggris yang artinya pahala, upah, hadiah, dan lain-lain,  tergantung dari konteks pembicaraanya. Jika berhubungan dengan perintah menjalankan amalan maka reward diartikan sebagai pahala. Sedangkan jika berhubungan dengan tindakan baik atau terbaik antar sesama manusia maka artinya adalah hadiah atau upah atas prestasi yang diraih.

Siapapun pasti senang dan bangga jika diberi reward. Misal seorang siswa berprestasi diberi penghargaan oleh gurunya atau karyawan oleh atasannya. Keberadaan Reward memacu semangat yang menerima untuk mencetak prestasi-prestasi hebat bahkan lebih hebat lagi dari sebelumnya. Pemberian reward juga diukur sesuai tingkat prestasi yang diraih. Jika prestasinya paling baik, maka akan diberikan reward terbaik pula.

Pun kehidupan kita di dunia ini, tak ada amal yang tak berarti melainkan Allah akan beri reward terbaik yang tak ada bandingannya di dunia. Ini menjadi motivasi terbesar bagi kita untuk memacu semangat beramal terbaik karena tiada amal baik melainkan kebaikan di dunia dan akhirat. Amal yang di maksud adalah aktifitas yang sesuai dengan perintah-perintah dan larangan Allah.

Ibaratnya dunia adalah arena lomba dan setiap arena lomba pasti ada aturan yang tidak bisa dilanggar oleh pemain. Jika pun dilanggar akan dieliminasi. Yang jelas dan bisa dipastikan, pemain tersebut tidak akan mendapatkan penghargaan.

Sebagai seorang muslim tentu kita harus punya keyakinan dan motivasi yang tinggi bahwa perbuatan kita akan diberikan penghargaan terbaik dari Allah bahkan untuk amal-amal sebesar biji dzarrah akan diberikan ganjaran. Sebagaimana dalam firman-Nya:

“Sungguh, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah Surga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah rida terhadap mereka dan mereka pun rida kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.”[QS. Al-Bayyinah: 7- 8]

“Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.”[QS. Muhammad: 7]

“Mereka di kelilingi anak-anak muda dengan membawa gelas, cerek, dan minuman yang diambil dari air mengalir. Mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk. Dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih dan daging burung dari apa yang mereka inginkan. Dan di dalam syurga itu ada bidadari yang bermata jeli, laksana mutiara yang tersimpan baik. Sebagai balasan bagi apa yang telah mereka kerjakan. Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa. Akan tetapi mereka mendengar ucapan salam. Dan golongan kanan alangkah bahaginya golongan kanan itu. Berada di antara pohon bidara yang tak berduri dan pohon pisang yang tersusun buahnya. Dan naungan yang terbentangluas dan air yang tercurah, dan buah-buahan yang banyak, yang tidak berhenti buahnya dan tidak terlarang mengambilnya, dan kasur-kasur yang tebal dan empuk. Sesungguhnya kami ciptakan mereka (bidadari2) lagi sebaya umurnya, kami ciptakan mereka untuk golongan kanan yaitu segolongan besar dari orang terdahulu, dan golongan besar pula dari orang yang kemudian.”(QS. Al-Waqi’ah: 17-40)

Rasul saw bersabda : “Siapa saja yang menyeru manusia pada perunjuk (Islam), dia pasti akan mendapatkan pahala sebagaimana pahala yang di peroleh orang yang mengikuti petunjuk itu tanpa mengurangi sedikit pun pahalanya.”(HR. Ahmad, Muslim, Abu Dawud)

Ayat-ayat dan hadis di atas adalah sebagian dari sekian banyak reward terbaik yang Allah berikan kepada hambanya yang beriman. Sungguh, tiada arti apa-apa yang ada di dunia ini jika manusia hanya berlomba-lomba mendapat reward dari manusia. Jika pangkat dinaikan, gelar ditambah, hadiah bertumpuk, dan segala yang baik yang ada di dunia ini sebagai reward terbaik menurut kita, ternyata masih ada yang jauh lebih baik dari sisi Allah SWT dan itu kekal selamanya.

*Penulis Guru Ponpes Al-Husainy Kota Bima dan Anggota Pena Umat

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *