SDIT, Sebuah Oase Pendidikan

Oleh: Hartomo

Opini, Kahaba.- Pendidikan merupakan kebutuhan yang sangat urgen dalam hidup setiap individu. Pendidikan dapat dilakukan dimanapun, kerena setiap detik dalam kehidupan ini adalah sebuah proses pendidikan. Pendidikan terbagi menjadi dua sektor. Yang pertama pendidikan formal, merupakan pendidikan yang resmi yang telah diatur oleh pemerintah sehingga apa yang diajarkan memang sudah teratur dan terdaftar dalam rancangan pendidikan nasional. Pendidikan formal dimulai dari pendidikan sekolah dasar, pendidikan sekolah menengah pertama, pendidikan menengah atas, dan pendidikan perguruan tinggi.

Suasana penilaian oleh Tim Pusat di Lembaga Pendidikan Yaa Bunayya, Kelurahan Santi, Kota Bima. Foto: Khairunnisah

Ilustrasi. Foto: Khairunnisah

Ada juga pendidikan disektor lain yaitu pendidikan non formal, pendidikan non formal meliputi pendidikan diluar pendidikan formal tadi. Pendidikan non formal memang tidak terikat sebuah ikatan dan aturan, hal pokok dalam pendidikan non formal masyarakat mengerti dengan maksud dan tujuannya. Hal yang membedakan dari kedua sektor tadi adalah dalam sektor formal lebih mengutamakan prosesnya, sedangkan dalam pendidikan non formal lebih mengutamakan hasilnya.

Dari kedua sektor pendidikan yang terjadi memang seharusnya pendidikan yang terbaik merupakan pendidikan yang dapat menyinergikan dari kedua sektor tadi. Pendidikan formal dapat dan pendidikan non formal juga dapat. Hal ini juga akan menimbulkan pengetahuan yang lebih lengkap bagi perkembangan intelektual dan prilaku dari anak didik kita. Pendidkan yang terbaik dalam setiap individu dilakukan pada waktu anak usia dini. Pendidikan usia dini merupakan langkah yang tepat untuk meletakkan dasar yang kokoh dan utama bagi setiap individu.

Sebagai gambaran kalau kita akan membuat sebuah rumah yang bagus dan kokoh tentunya kita harus memulainya dari pembangunan pondasi yang kokoh. Dengan pondasi yang kokoh pembangunan kedepan dan bentuk apapun yang menjulang keatas tentunya akan tertopang dengan baik dan tahan lama. Begitu pula dengan pembangunan dasar akhlak yang baik pada anak tentunya dimulai juga pada pembangunan akhlak pada usia dini tersebut. Hal ini akan menjadikan pendidikan yang diterima anak dapat disaring atau difilter dengan baik oleh akhlak yang dimilikinya. Kita sebagai orang tua juga tidak akan khawatir terhadap pendidikan formal yang akan dimasukinya hingga kelak dewasa.

Sekolah dasar islam terpadu merupakan langkah awal yang nyata untuk memperbaiki dunia akhlak bangsa indonesia. Dalam kehidupan bangsa indonesia yang religius terkadang malah lupa terhadap hal-hal yang mengarahkan kita dalam kebesaran sang pencipta. Agama merupakan alat pengontrol manusia untuk senantiasa hidup dalam kebaikan, kenyamanan dan kesejahteraan. Pengetahuan manusia tentang agama tentunya harus sebanding dengan pengetahuan duniawi. Dengan adanya keseimbangan kehidupan kita akan lebih baik.

Pendidikan usia dini dalam setiap individu akan mempengaruhi atau mencetak prilaku dan kepribadian kita pada waktu dewasa kelak. Pendidikan pada saat usia dini akan sangat berpengaruh dalam kehidupan sekarang ini yang penuh dengan pengaruh yang negatif. Pendidikan usia dini yang terbaik adalah pada waktu anak mulai pendidikan sekolah dasar. Pendidikan sekolah dasar akan mengenalkan pada anak kita untuk mengenal huruf dan angka saja. Dengan mengenal angka dan huruf kita bisa menjelajahi dan menguasai dunia. Tapi apakah dengan mengenal angka dan huruf saja hidup kita akan bahagia di dunia ?? Nilai keagamaan yang menjadi jembatan antara dunia dan akhirat akan menjadi sangat urgent dalam hidup seorang anak . Sekolah dasar islam terpadu merupakan langkah awal yang kongkret untuk mewujudkan cita-cita tersebut.

Sekolah dasar islam terpadu merupakan perpaduan sekolah umum dan TPA. Di SDIT Uswatun Hasanah Tente contohnya, siswa disana tidak hanya mendapatkan pelajaran yang biasa saja namun adanya pendalaman dalam memahami agama islam secara menyeluruh. Mata pelajaran yang dipelajari sama dengan sekolah biasa namun ditambahkan mata pelajaran pendidikan agama islam, dinul islam, qiroati, hadist, dan bahasa arab. Dari penambahan mata pelajaran ini tentunya siswa akan mendapatkan pengetahuan yang lebih kompleks dibandingkan pengetahuan anak di sekolah dasar biasa.

Dalam pelaksanaan pembelajarannya tidak hanya teorinya saja namun disini yang lebih diutamakan bagaimana mempraktekkan syariat-sayariat islam dalam kehidupan baik di sekolah maupun di masyarakat. Seluruh siswa sudah diajak untuk melakukan sholat sunat dhuha dalam mengawali pembelajaran lengkap dengan bacaan sholat dan bacaan wiridnya. Kalau kita mau melihat kebelakang tentunya kita akan susah mencari anak sd yang sudah bisa lancar untuk membaca bacaan sholat dengan baik dan benar. Mungkin kita bisa mencari siswa yang bisa melakukannya namun masih bisa dihitung dengan jari .

Pembelajaran yang disertai penerapannya memang mempunyai tantangan tersendiri, namun itulah ciri khas yang melekat dalam pembelajaran SDIT. Sehingga hasil yang dicapai juga bisa lebih maksimal. Dengan mendidik anak yang faham tentang agama tentunya akan membuat benteng yang kokoh terhadap perkembangan iptek. Berita-berita maupun film anak-anak bisa mereka pilih sendiri, mana yang baik untuk kita dan mana yang tidak baik. Dengan demikian di masa mendatang anak telah memilki pondasi yang kuat dalam melaksanakan atau mengarungi kehidupan yang sangat keras dan penuh kompetisi.

Dari sdit muncul insan-insan yang beragama, tidak hanya di mulutnya saja namun melekat dalam pelaksanaan dalam kehidupan sehari-harinya. Kita pun dapat segera membayangkan bagaimana jika anak kita sudah mempunyai pengetahuan agama dan melaksanakan agama islam dengan mantap, tentunya akan membawa kebanggaan tersendiri bagi orangtuanya.

Kita yang mempunyai anak yang bersekolah di SDIT juga bisa dijadikan alarm yang baik dalam kehidupan kita. Karena anak kita sekarang hingga nantinya mereka telah dewasa akan selalu mengingatkan kepada kita selaku orang tua jika kita melakukan kesalahan, alhasil kita dan seluruh keluarga terhindar dari keburukan dan azab dari Allah. Sebagai contohnya kita mungkin lupa dalam melaksanakan sholat wajib, tentunya anak akan segera untuk mengingatkan bahwa kita belum sholat. Dalam kesehariannya nantinya anak SDIT juga akan terbiasa dengan alquran, tidak hanya dibaca setiap harinya namun akan lebih mengambil maknanya dengan memahami terjemahannya. Kita juga tahu salah satu amalan yang tidak akan terputus jika kita sudah meninggal adalah ilmu yang bermanfaat. Dari sinilah kita akan mencoba bagaimana kita akan mengubah dunia yang semakin kompleks dengan tuntutan ekonomi semata. SDIT juga memunculkan insan-insan yang islami dan ikhlas beramal sesuai dengan slogan Kabupaten Bima. Semoga pemerintah mendukung program-program SDIT, dan mendorong munculnya SMPIT dan SMAIT kedepan. Aminn.

* Penulis adalah pengajar sosiologi di SMAN 1 Woha-Bima
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *