Di Tenis Lapangan, Pulau Sumbawa Catat Sejarah Baru

Mataram, Kahaba.-Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB kali ini, mencatat sejarah baru bagi atlet pulau Sumbawa. Khususnya di Cabang Olahraga Tenis Lapangan. Pasalnya, disepanjang perhelatan ajang empat tahunan itu, baru kali ini atlet pulau Sumbawa mengukir prestasi gemilang di Tenis Lapangan.

Arif Rahman dengan Agil Wijaya Kusuma harus tunduk pada ganda 19 tahun pasangan Aisyradi dan Aksaipul, dua set langsung 6-1 dan 6-4.

Petenis Kota Bima, Arif Rahman dengan Agil Wijaya Kusuma saat melawan petenis Kabupaten Sumbawa Aisyradi dan Aksaipul. Foto: Bin

Dari enam medali emas yang diperebutkan, tiga diantaranya direbut para petenis Pulau Sumbawa. Seperti petenis muda Kota Bima, Arif Rahman berhasil merebut medali emas pada nomor tunggal putera dengan menundukan pemain PON NTB, Tanto asal Kota Mataram dua set langsung, 6-4 dan 6-3.

Medali emas lain yang direbut petenis Pulau Sumbawa yakni pada nomor ganda putera dan ganda campuran. Bahkan di nomor ganda putera, terjadi all final pulau sumbawa, yang mempertemukan ganda Putera Kota Bima versus ganda putera Kabupaten Sumbawa.

Namun sayang, tim ganda putra yang diperkuat Arif Rahman dengan Agil Wijaya Kusuma harus tunduk pada ganda 19 tahun pasangan Aisyradi dan Aksaipul, dua set langsung 6-1 dan 6-4.

Sementara tiga medali emas lainnya diraih para petenis Kota Mataram dan Lombok Timur. Baik dinomor beregu putera, beregu puteri dan tunggal puteri. Selain emas, tim tenis Kota Bima mengoleksi empat medali perak dan 2 medali perunggu.

Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti) Kota Bima, Drs. Is Fahmin yang ditemui usai menyaksikan anak asuhnya bertanding, Sabtu (21/6), terlihat begitu terharu dan bahagia.

Pasalnya, medali emas yang diraih Arif Rahman, tidak pernah ditargetkan sama sekali. Selain rival dari Kota Mataram langganan PON NTB, juga penghuni Pelatihan Nasional (Pelatnas). “Hanya bermodal semangat dan daya juang, Arif mendedikasikan diri buat daerah dan mendorong mimpi itu diwujudkan,“ ujarnya.

Ia menambahkan, pada Proprov tahun 2010 lalu, prestasi terbaik Kota Bima di Tenis Lapangan hanya meraih empat medali perak dan empat medali perunggu. Tidak pernah ada keberanian menargetkan medali emas.

*BIN

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *