Ketum Persekobi Minta Maaf Pada Pemain Suratin

Kota Bima, Kahaba.- Tidak diberangkatkannya Persatuan Sepakbola Kota Bima (Persekobi) untuk berlaga pada Interzona Piala Suratin di Bali (Baca. Gagal ke Bali, Pengurus Dituding tak Mampu Urus Persekobi), kini direspon langsung oleh Ketua Umum Persekobi, H. A. Rahman H. Abidin, SE. Dihadapan pemain Suratin dan pengurus Persekobi, Rahman meminta maaf.

Ketua Umum Persekobi H. A. Rahman H. Abidin dihadapan pemain Suratin dan Pengurus menyampaikan permohonan maaf. Foto: Bin

Ketua Umum Persekobi H. A. Rahman H. Abidin dihadapan pemain Suratin dan Pengurus menyampaikan permohonan maaf. Foto: Bin

Pertemuan yang dihelat di kediamannya, Minggu malam (2/11), Rahman mengaku merasakan dan memahami kekecewaan para pemain Suratin. Karena sudah berlatih keras, berjuang dan meraih juara pada Rayon NTB.

“Saya minta maaf, kepada seluruh pengurus. Lebih khusus kepada pemain, karena tidak sempat dikirim. Saya merasakan kekecewaan kalian,” ujarnya.

Namun ia berjanji, kedepan, dirinya akan membayar semua kekecewaan tersebut. “Kemanapun nanti pergi bertanding, hingga keujung pertandingan, saya akan siapkan dananya, berapapun,” janjinya.

Rahman mengakui, ia merespon persoalan itu dan mengundang semua pengurus dan pemain, bukan karena masalahnya sudah diberitakan media. Tetapi, lantaran tidak ada satupun pengurus yang datang menemuinya dan menyampaikan persoalan.

“Ini yang saya sesalkan. Saya hanya di SMS, tapi tidak seorang pun yang menemui saya, menceritakan persoalan, membahas masalah keberangkatan dan anggaran,” sorot pria yang juga Ketua KONI Kota Bima itu.

Sebagai orang nomor dua di Kota Bima, Ia mengaku sibuk dengan urusan Pemerintahan. Berbagai masalah juga kadang lupa diperhatikan. Mestinya, pengurus Persekobi harus menyampaikan lebih awal, agar ini tidak terjadi.

“Jadi, untuk membicarakan masalah seperti ini, tidak boleh melalui SMS. Datangi saya dan bicarakan. Ini yang terjadi, tiba-tiba saja kami disuruh menyiapkan anggaran Rp 100 juta untuk berangkat ke Bali,” tuturnya.

Rahman menambahkan, absennya Persekobi berlaga di Bali, menjadi kesalahan dirinya, bukan pengurus dan pemain. “Saya yang salah dan saya kembali meminta maaf. Manajemen seperti ini harus dirubah, agar tidak terjadi lagi,” tambahnya.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *