Final Korpri Cup, PKM Gilas SMP Gabungan 6-3

Kota Bima, Kahaba.- Laga Final pertandingan Futsal dalam rangka HUT Korpri ke 43 Pemkot Bima mempertemukan PKM Kota Bima Vs SMP Gabungan dimenangkan PKM dengan skor 6-3.

Foto Bersama Tim PKM dan SMP Gabungan Sebelum Pertandingan. Foto: Bin

Foto Bersama Tim PKM dan SMP Gabungan Sebelum Pertandingan. Foto: Bin

Sejak babak pertama, PKM terus menekan dan menyerang. Sementara SMP Gabungan memilih bermain bertahan. Beberapa kali menyerang, PKM yang turun dengan kostum Biru nyaris membuka keunggulan.

Hingga pada menit ke sembilan babak pertama, Indra Alam mampu memecah kebuntuan. Satu menit berselang, pemain dengan nomor punggung 18 itu kembali menjebol gawang SMP Gabungan dan skor berubah 2-0.

Tak ingin tertinggal jauh, SMP gabungan yang turun dengan kostum putih-putih merubah strategi. Dengan menyerang, Tak butuh waktu lama, Syarifudin (19) berhasil merubah skor menjadi 2-1 pada menit ke 15.

Tensi pertandingan pun meningkat, saling serang pun tak terhindarkan. Tendangan spekulasi jarak jauh Wahyu (13) dari PKM pada menit ke 22 berbuah gol. Satu menit kemudian, kapten SMP gabungan Burhan (9) berhasil menjebol gawang PKM. Skor pun berubah 3-2.

Pada menit ke 24, Indra Alam kembali berhasil mencetak Gol. Selang beberapa menit, Indra Alam kembali menambah skor menjadi 5-2.

Umpan-umpan pendek pun dimanfaatkan dengan baik oleh SMP Gabungan. Dan pada 10 menit akhir, Burhan (9) yang memanfaatkan kesalahan pemain belakang PKM menjebol gawang lawannya.

Tak ingin memberi peluang, Pemain PKM mencoba bertahan. Sesekali menyerang, PKM malah memperlebar skor. Sarjan (6) pada menit akhir berhasil menundukan SMP Gabungan dengan skor akhir 6-3.

Sementara itu, pada laga sebelumnya, laga perebutan juara 3, Tim Setda berhasil menundukan PKM Paruga dengan skor 7-3.
*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *