Pertina Kota Bima Keluhkan Minimnya Dana Bertanding

Kota Bima, Kahaba.- Atlet dan Official olah raga tinju amatir yang tergabung dalam  Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kota Bima mengeluhkan kurangnya dukungan pemerintah kota terhadap keikutsertaan mereka mewakili nama daerah berlaga di Danrekap Kabupaten Dompu. Dana Rp. 20 juta yang dianggarkan oleh Pemkot dirasakan tidak mencukupi untuk menutupi seluruh pengeluaran kontingen, parahnya lagi dari jumlah tersebut hanya Rp. 15 juta yang mereka terima.

tinju amatir

tinju amatir / foto: Suara Merdeka

Menurut Nurdin Ismail, Sekretaris II Pertina Kota Bima, dana itu sudah direncanakan sesuai dengan kebutuhan pemberangkatan kontingen. Nurdin menilai, besaran Rp. 20 juta menurutnya tidak bisa menutupi biaya transportasi, honor, konsumsi, perlengkapan dan akomodasi untuk beberapa hari mereka berada di Dompu. Apalagi uang yang dititip oleh Ketua Pertina Kota Bima itu di KONI menyusut lagi menjadi Rp15 juta saja ketika diambil. “Hitung-hitungan kami, dana sebanyak Rp. 20 juta itu sudah sangat sedikit, Apalagi kalau dikurangi lagi menjadi Rp. 15 juta,” katanya.

Karena tercukupinya dana dirasa mendesak, Nurdin mengungkapkan dirinya sudah beraudiensi dengan Walikota Bima untuk membahas hal tersebut. “Kami tidak tau kemana lagi untuk menutupi kekurangan ini,” ujarnya. Walikota sendiri dikabarkan sudah mengiyakan disposisi pencairan dana bantuan untuk para petinju, pelatih, dan official yang akan dikirim berlaga di Kabupaten Dompu. Hanya saja, lanjutnya, dana itu belum bisa dicairkan hari Jum’at ini (15/6) karena Walikota sedang mempunyai kesibukan.

Pertina Kota Bima direncanakan akan mengirimkan sembilan orang atlet yang terdiri dari enam pria dan tiga wanita dan empat orang offisial untuk berlaga di kejuaraan tinju amatir di Dompu. Dengan persiapan yang matang, induk olahraga tinju amatir Kota Bima ini mengunggulkan seluruh anak asuhnya untuk memperoleh hasil yang terbaik pada seluruh pertandingan. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *