Sekolah Sepak Bola Pertama di Kota Bima Akan Dibuka

Kota Bima, Kahaba.- Melirik tingginya animo masyarakat terhadap dunia sepak bola yang tidak ditunjang dengan prestasi klub-klub sepak bola lokal Bima di kompetisi regional maupun nasional membuat Ir. H. Ikhsan merencanakan membuka Sekolah Sepak Bola (SSB) di Kota Bima. Sekolah sepak bola ini untuk menjaring bibit-bibit muda dan meningkatkan skill mereka dengan manajemen latihan yang tepat.

sekolah sepak bola pertama di Kota Bima

Ilustrasi. Foto: bola.vivanews.com

Kepada sejumlah awak media, Senin (18/6),  warga Kota Bima yang sukses di Kota Makassar ini mengungkapkan bahwa di kota ini cukup banyak generasi muda yang cinta bola namun belum memiliki sekolah atau institusi lainnya yang bisa mendukung bakat dan minat mereka mengembangkan skill serta pengalaman untuk bermain bola secara profesional. “Kami berkeinginan mencari bibit sejak usia 9 hingga 21 tahun. Kemudian dilatih secara profesional, sehingga kedepan diharapkan siswa bisa menjadi pesepak bola handal yang bisa mengharumkan nama kota Bima, baik regional maupun Nasional,” ujarnya.

Untuk menjaring lebih banyak lagi bibit pemain sepak bola Kota Bima, SSB direncanakan akan dipusatkan pada dua wilayah di kota. Untuk wilayah barat, SSB akan mengambil tempat di lapangan Serasuba, sedangkan untuk wilayah timur di lapangan Pahlawan. Ketika ditanyakan mengenai seberapa persiapan pendirian sekolah itu Ikhsan mengaku sudah bertukar-pikiran  dengan jajaran Persekobi dan mendapatkan dukungan atas rencana yang disampaikan. Bahkan menurutnya Persekobi siap ikut bersama membangun dan mengembangkan sekolah sepak bola pertama di Kota Bima itu. “Untuk mempercepat proses terbentuknya SSB, kami telah mempersiapkan kostum lengkap, kegiatan latihan selama tiga kali dalam seminggu,” tambahnya.

Dengan biaya pendaftaran Rp. 200 ribu dan iuran bulanan yang ringan makan Ikhsan sangat optimis dapat membuat ide sekolah sepak bola rintisannya dapat direalisasikan secepatnya. Tambahnya lagi, pungutan yang dilakukan terhadap siswa bukan atas alasan bisnis belaka. Dari iuran tersebut maka pengeluaran selama jalannya pendidikan dan pelatihan seperti gaji pelatih, gaji tenaga teknis, serta biaya perlengkapan bisa tertutupi. “Saya kira itu sangat terjangkau. Sekolah ini didirikan atas motivasi mendapatkan bibit atlet, bukan bisnis,” ungkapnya.

“Kami berkeinginan mencari bibit sejak usia 9 hingga 21 tahun. Kemudian dilatih secara profesional, sehingga kedepan diharapkan ssiwa bisa menjadi pesepak bola handal yang bisa mengharumkan nama kota Bima, baik regional maupun Nasional,” ujarnya. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *