PON Jabar, Nurul Iqamah Sumbang Medali Pertama Panjat Tebing untuk NTB

Kota Bima, Kahaba.- Nurul Iqamah, Atlit Panjat Tebing Kota Bima mewakili NTB pada PON XIX Jabar 2016, yang turun pada Nomor Bolder Perorangan Putri harus merasa puas dan bangga setelah mampu menambatkan jari terakhir pada poin tertinggi.

Nurul Iqamah. Foto: Donny Kresno Bayu Adji (Facebook)

Nurul Iqamah. Foto: Donny Kresno Bayu Adji (Facebook)

Sebelum masuk putaran final, Nurul mampu menyisihkan 24 peserta dari berbagai Provinsi. Babak kualifisi Nurul berada pada urutan ke 6, kemudian dibabak semi final Nurul menyodok masuk urutan ke 2. 6 finalis yang berhak masuk kebabak final harus mampu memecahkan 4 jalur pemanjatan secara berurutan.

“Hasilnya, Nurul harus ikhlas berada diurutan ke 3 (Medali Perunggu) di 4 jalur tersebut. Atlit Jawa Timur masuk ke posisi Runner Up, setelah mampu mendapatkan bonus dijalur 3. Di jalur 1 dan 2 Nurul masih bertahan diurutan ke 2. Nasib memang belum mujur,” ujar Ketua harian FPTI Kota Bima, M. Fauzi kepada Kahaba.

Kata dia, prestasi ini merupakan sejarah bagi dunia panjat tebing NTB. Karena sejak PON 2002 lalu, baru tahun ini NTB meraih medali pertama. Kendati hanya medali perunggu.

Diakui Fauzi, sebelum mengikuti PON Jabar, Mahasiswa semester 4 Fakultas Kehutanan Unram itu memang sering mengikuti kejurnas umur dan pernah mempersembahkan medali emas, baik nomor Bolder maupun Nomor Lead Perorangan Putri.

“Nurul memang sudah diperhitungkan oleh atlit di Provinsi lain,” katanya.

Fauzi menambahkan, selain Nurul, atlit atas nama Ayu Fatullah dari Kota Bima hanya mampu berada pada urutan 9 pada Nomor Lead Perorangan Putri. Pada nomor itu, yang berhak mengikuti babak final hanya 8 atlit terbaik dan Ayu harus ikhlas namanya dibawa garis tebak hitam, pertanda dirinya berada pada urutan pertama yang tidak masuk final dari 26 peserta.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *