oleh

Imran: Muhammadiyah Kaya, Tidak Bangkrut

-Kabar Bima-463 kali dibaca

Kota Bima, Kahaba.- Isu dan rumor tentang Kebangkrutan Amal Usaha Rumah Sakit (RS) Muhammadiyah dibantah pihak manajemen. Kepala Bagian (Kabag) Keuangan, Imran mengatakan, tidak dibutuhkannya tenaga perawat yang keluar di RS Muhammadiyah karena masa kontraknya telah habis.

Imran, S.Pdi, Kepala Bagian Keuangan Rumah Sakit (RS) Muhammadiyah. Foto: Agus
Imran, S.Pdi, Kepala Bagian Keuangan Rumah Sakit (RS) Muhammadiyah. Foto: Agus

Menurut Imran, dua puluh orang perawat yang mengabdi di RS Muhammadiyah ttelah berakhir masa kontraknya per 1 Agustus 2013. “Awalnya  ada 32 orang tenaga paramedis, saat ini hanya tersisa 12 orang yang shif di ruang Unit Gawat Darurat dan Ruang Rawat Inap,” katanya.

Ia menjelaskan, saat ini sedang ada rehabilitasi 16 ruangan rawat inap. Sehingga, tanaga para medis tidak dibutuhkan banyak orang. “Kalau nanti setelah rehab ruangan selesai, maka akan ditambah tenaga paramedis baru,” ujar mantan Ketua BEM Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Muhammadiyah Bima itu.

Saat ini, ujar Imran, tidak ada tenaga medis yang tergeser fungis kerjanya. Tenaga bidan akan ditugaskan diruang rawat inap khusus pasien persalinan. “Bidan tidak difungsikan untuk menjadi perawat pasien umum,” kilah Sarjana Pendidikan Agama Islam itu.

Pihaknya membantah seandainya dengan tidak dilanjutkannya kontrak 20 tenaga paramedis lalu diasumsikan bahwa RS Muhammadiyah Bima diambang kebangkrutan.

“Muhammadiyah kalau dikatakan bangkrut itu tidak mungkin, baru-baru ini Kami baru membebaskan lahan senilai Rp 1,4 miliar. Muhammadiyah itu kaya,” kata Imran, kepada Kahaba di RS Muhammadiyah Bima. [BM]

Komentar

Kabar Terbaru