oleh

Forrmabbes Kritisi Kebijakan Impor Bawang Merah

-Kabar Bima-142 kali dibaca

Kabupaten Bima, Kahaba.- Forum Masyarakat Belo Bersatu (FORRMABBES) menggelar aksi demonstrasi di jalan lingkungan Niu Kekurahan Dara tepatnya di perbatasan Kota dan Kabupaten Bima, Senin, 30 Desember 2013. Mereka menolak kebijakan import produk hortikultara dan meminta pemerintah untuk lebih peduli pada kondisi harga tanaman holtikultura seperti bawang merah yang ada di dalam negeri.

Kondisi kemacetan di batas kota saat aksi Forrmabbes berlangsung, Senin, 30 Desember 2013. Foto: ADI
Kondisi kemacetan di batas kota saat aksi Forrmabbes berlangsung, Senin, 30 Desember 2013. Foto: ADI

Kordinator Aksi, Ainul Makbud dalam pernyataan sikapnya mengatakan, Rekomendasi Import Produk Holtikultura (RIPH) telah menciderai luka petani dalam negeri. Kata dia, seharusnya Menteri Pertanian tidak mengeluarkan RIPH terkait kuota import bawang merah.

Menurutnya pula, peranan lembaga Bea Cukai sebagai alat kontrol negara dapat menertibkan setiap barang yang masuk ke dalam negeri.

“Masih banyak kartel-kartel import yang menyusup masuk ke Indonesia,” tudingnya.

Untuk itu, ia melanjutkan, lembaga Bea dan Cukai harus bekerja secara serius dan transparan dalam menertibkan importir ilegal yang ada.

Demonstrasi yang digelar sekitar 30 orang itu  sempat memacetkan laju lalu lintas bagai pengendara kendaraan bermotor yang melintas di jalan negara tersebut.

*AGUS

Komentar

Kabar Terbaru