oleh

Distribusi Raskin tak Pakai Buruh Bulog

-Kabar Bima-0 kali dibaca

Kabupaten Bima, Kahaba.- Menindaklanjuti ditangkapnya pelaku pencurian Beras Miskin (Raskin) saat distribusi beberapa waktu lalu, tim evaluasi yang dibentuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima menyimpulkan buruh yang mengangkut Raskin, bukan buruh dari Devisi Regional (Divre) II Bulog Bima.

Truk pengakut Raskin diamankan Polisi, berikut buruh yang diduga melakukan pengurangan isi Raskin. Foto: Dedy
Truk pengakut Raskin diamankan Polisi, berikut buruh yang diduga melakukan pengurangan isi Raskin. Foto: Dedy

Pasca insiden itu, Tim Raskin Pemkab Bima langsung menggelar rapat evaluasi yang dipimpin ketua Asisten II. Hasilnya, tim menemukan masalah pada tahapan pendistribusian Raskin tidak menggunakan buruh yang ditunjuk dari dolog malah menggunakan buruh dari luar.

Kabag Administrasi dan Perekonomian Pemkab Bima, Iwan Setiawan mengaku, setelah dirinya menggiring pelaku buruh yang tertangkap di Polsek Rasanae Barat. Pihaknya memutuskan melalui rapat evaluasi, tidak memakai buruh Bulog saat mendistribusi beras Raskin di tiap Desa. “Buruh Bulog dipakai saat menaikan beras di atas Truk di gudang Bulog saja,” ujarnya.

Sementara, lanjutnya, dalam perjalanan distribusi tak seorangpun buruh ikut kecuali supir dan petugas pengawas distribusi dari Bulog. “Saat tiba di Desa, buruh yang dipakai adalah buruh di masing-masing Desa,” jelasnya.

Ia mengaku, hasil inspeksi tim Raskin, volume beras dalam karung di Bulog dan hasil timbangannya tidak ada masalah. Hanya saja, setelah itu volume Raskin kerapkali berkurang ditengah perjalanan saat menuju tiap Desa. “Berkurangnya volume beras ketika telah sampai di Desa benar adanya. Pengurangannya dengan cara dikeluarkan oleh sejumlah oknum buruh,” akunya.

*DEDY

Komentar

Kabar Terbaru