oleh

Diduga BKD Pungli Pemberkasan Honor K2

-Kabar Bima-1 kali dibaca

Kabupaten Bima, Kahaba.- Praktek pungutan liar (Pungli) kembali terjadi, kini diduga dilakukan oleh sejumlah staf dan pegawai yang ada di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Bima.

Suasana antri pemberkasan Honor K2 di BKD Kabupaten Bima. Foto: Bin
Suasana antri pemberkasan Honor K2 di BKD Kabupaten Bima. Foto: Bin

Tenaga honor Kategori Dua (K2) yang tidak ingin namanya disebutkan mengaku, sejumlah pegawai yang melayani pemberkasan, memanfaatkannya dengan meminta sejumlah uang. Besarnya yakni sebanyak Rp 20 ribu persatu berkas. “Tidak jelas uang itu untuk apa. Tapi semua diminta sebanyak Rp 20 ribu,’ ujarnya.

Padahal, menurut dia, untuk mengurus administrasi dan pemberkasan, sudah tidak lagi leges atau dipungut biaya dengan alasan apapun. “Kami juga bertanya uang itu apakah masuk ke khas daerah atau kantong pribadi pegawai,” sorotnya.

Kendati uang yang diminta tidak besar, namun jika dijumlahkan dengan seluruh honorer K2 yang tidak lolos tes CPNSD dan sedang mengurus berkas, maka jumlahnya sangat besar.

Sementara itu, Kepala BKD Kabupaten Bima, M. Antonius, S.SSTP mengaku tidak tahu dengan pungutan tersebut. “Saya ko’ baru dengar,” tuturnya dengan nada heran.

Kata dia, dalam aturan tidak boleh ada leges. Dirinya pun sudah perintahkan anggota untuk tidak memungut biaya. Kecuali kalau ada tenaga honor K2 yang beri, silahkan diambil, sebagai bentuk ucapan terimaksih. “BPK juga sudah mengingatkan untuk tidak ada pungutan Leges,” terangnya.

Ia pun akan segera bersikap dan memanggil pegawai yang melayani pemberkasan untuk klarifikasi.

*BIN

Komentar

Kabar Terbaru