oleh

Dewan Pecahkan Kaca, Pimpinan Sidang Ngamuk

-Kabar Bima-7 kali dibaca

Kabupaten Bima, Kahaba.- Tak hanya diwarnai hujan interupsi dan pembakaran dokumen RAPBD Tahun 2016, sidang Paripurna DPRD Kabupaten Bima, Senin (16/11) pagi berlanjut dengan aksi saling hujat usai skor dicabut sekitar Pukul 11.15 Wita.

Pimpinan Sidang H. Syamsudin saat diitenangkan usai ngamuk. Foto: Ady
Pimpinan Sidang H. Syamsudin saat diitenangkan usai ngamuk. Foto: Ady

Suasana kegaduhan sidang makin tak terkendali karena sebagian besar Anggota Dewan berebut saling bicara dan menguasai forum. Kritikan demi kritikan juga kembali dilontarkan Wakil Rakyat kepada Eksekutif yang dihadiri Penjabat Bupati Bima, H Bachrudin dan sejumlah Pejabat Eselon III dan IV.

Pimpinan Sidang, H Syamsudin juga tak luput dari sorotan lantaran dinilai terlalu ‘lembut’ dan tidak tegas memimpin sidang. Sebab, sejumlah Anggota Dewan dengan bebas menyela pembicaraan rekannya, meski belum diijinkan. Begitu juga Pimpinan DPRD, Nukrah ikut menuai kritikan karena dianggap berusaha mengendalikan sidang.

Puncak kegaduhan muncul, ketika Duta Partai Nasdem, Edy Muchlis kembali mendapatkan kesempatan menyampaikan pendapat. Tanpa menyia-nyiakan kesempatan, Edy langsung melancarkan kritikan pedas kepada Eksekutif dan Pimpinan Sidang.

Intonasi bahasa Mantan Ketua HMI Cabang Bima yang terkesan tak beretika ini memancing reaksi H Syamsudin, Pimpinan Sidang. Duta Partai Gerindra ini pun terlibat perdebatan dan saling hujat dengan Edy. Buntutnya, emosi Edy tak tertahan dan membanting pengeras suara hingga menyebabkan kaca meja pecah.

Tak terima dengan aksi itu, H Syamsudin mengamuk dan keluar dari meja sidang untuk melabrak Edy. Untungnya ditahan Staf dan Anggota DPRD. Ruangan sidang pun tak terkendali untuk kedua kalinya.

Kaca meja ruang sidang pecah. Foto: Ady
Kaca meja ruang sidang pecah. Foto: Ady

Sementara Edy, keluar dari ruangan sidang dan memanggil masyarakat untuk masuk ruangan rapat. Aksi kedua Wakil Rakyat ini terjadi dihadapan Penjabat Bupati Bima, Pejabat Birokrasi dan perwakilan masyarakat peserta paripurna. Namun, tak lama setelah itu kegaduhan mampu diredam dan sidang kembali berlanjut.

Sebelum itu, suasana kepanikan juga ikut mewarnai jalannya sidang. Semua peserta berhamburan keluar ruangan sidang karena diguncang gempa. Hanya saja tak terlalu besar dan berlangsung singkat.

*Ady

Komentar

Kabar Terbaru