oleh

Bupati Bima : Suara Rakyat Suara Tuhan !

-Kabar Bima-0 kali dibaca

Kabupaten Bima, Kahaba.- Penjabat Bupati Bima, H Bachrudin mengingatkan kepada semua pihak agar menghargai proses dan hasil Pilkada. Siapa pun diminta tidak mengintervensi kerja penyelenggara pemilu, apalagi sampai merubah suara masyarakat untuk mencapai tujuan kemenangan pasangan calon tertentu.

Penjabat Bupati Bima, H Bachrudin. Foto: Ady
Penjabat Bupati Bima, H Bachrudin. Foto: Ady

“Siapa pun itu, tidak memiliki hak. Karena suara rakyat adalah suara Tuhan. Merubah-rubah suara rakyat sama dengan dosa besar dan dilaknat oleh Allah,” ingat Penjabat Bupati Bima saat diwawancara beberapa hari lalu.

Menurunya, masyarakat harus menghapus stempel bahwa Pilkada Kabupaten Bima rawan persoalan. Masyarakat harus yakin pelaksanaan Pilkada akan berjalan aman dan damai sesuai harapan bersama. Sebab tentunya, semua pihak berkewajiban untuk menjaga agar tujuan tersebut bisa terwujud.

Aparat Kepolisian dan TNI dipastikannya, akan all out untuk mengamankan Pilkada. Meskipun begitu, menurutnya masyarakat tidak boleh hanya bergantung pada aparat untuk menciptakan kondusifitas daerah. Karena masyarakat sendiri berperan menentukan, yakni dengan membangun kesadaran masing-masing.

“Sebenarnya tanggungjawab untuk menjaga keamanan dan kedamaian titik beratnya adalah di masyarakat. Karena itu kami himbau, mari dengan penuh kesadaran kita wujudkan Pilkada aman dan damai,” ajaknya.

Sementara kepada Penyelenggara Pemilu secara khusus Bupati mengharapkan agar melaksanakan tugas dengan penuh tanggungjawab, penuh intergritas dan tidak keluar dari pedoman aturan.

“Kalau dua hal itu sudah dilaksanakan dengan baik, kami yakin pemimpin yang dihasilkan berkualitas dan sesuai pilihan masyarakat,” ujarnya.

Komentar

Kabar Terbaru