oleh

Petasan Tahun Baru Telan Korban, Tangan Pelajar Hancur

Kota Bima, Kahaba.- Perayaan tahun baru memang tidak lepas dari suara petasan. Apalagi jelang detik – detik pergantian tahun, suara petasan terdengar ditiap pelosok. Tapi siapa sangka, ditengah gegap gempita perayaan tersebut, ledakan petasan justeru membawa petaka.

Burhanudin saat dirawat di RSUD Bima. Foto: Bin
Burhanudin saat dirawat di RSUD Bima. Foto: Bin

Seperti yang dialami Burhanudin, seorang pelajar asal Kelurahan Sambinae. Karena kurang hati – hati bermain petasan, tangan kanannya pun harus hancur. Untung saja Burhanudin segera dilarikan ke RSUD Bima, guna mendapat perawatan serius.



Menurut rekan korban yang namanya enggan disebutkan, jelang pergantian tahun, mereka turut merayakan dengan menyalakan petasan. Namun naas menghampiri, saat petasan berukuran besar dinyalakan, percikan pertama dan keenam petasan meluncur lancar keatas.

Baca:   Kasus Asusila Pelajar, Bukti Akhlak Merosot

Tapi pada percikan terakhir, justeru petasan meledak dan mengenai tangan kanan Burhanudin. Saat itu juga korban dibawa teman – temannya ke RSUD Bima untuk segera ditangani.

Menurut penjaga RSUD Bima, dr. Muhammad Akbar, korban diantar teman-temannya dengan kondisi tangan kanan masih bersimbah darah. Burhanudin kemudian dilarikan ke kamar IGD, untuk segera ditangani.

Baca:   Desa Rupe, Juara Lomba Desa Tahun 2015

“Korban patah tulang terbuka, ibu jari hancur dan hampir putus, kuku jari 1 sampai 3 hilang, telapak tangan pun retak,” sebut Akbar.

Akibat kejadian tersebut, Burhanudin harus mendapat sekitar 20 jahitan di bagian tangan kanan. “Jika dilihat dari kondisinya, tangan kanan korban berpotensi cacat. Meski dijahit, tapi kemungkinan tidak berfungsi,” katanya.

*Bin


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

6 komentar

  1. berarti d Kota Bima, kurang meraziah petasan, sehingga af warga yg main petasan, artix lolos dr razia aparat..

  2. Orang tua sahabat saya ada yg menderita stroke gara2 suara petasan.
    Oh iya utk penulis berita, hebat ya RSUD Bima penjaganya bergelar dokter…