Ditanya Uang Jaminan Keseriusan Marmer, Pejabat Pemkot Bungkam

Kota Bima, Kahaba.- Dimana uang jaminan keseriusan sebesar Rp 500 juta dari PT.PUI untuk tambang marmer masih menjadi tanda tanya. Diduga, uang jaminan itu tidak pernah ada. Sebab pengelola tambang marmer juga tidak benar – benar serius melaksanakan kegiatan tersebut. (Baca. Sudirman DJ: Yang Bilang ada Uang Jaminan Keseriusan Marmer itu, Penipu)

Ilustrasi

Ilustrasi

Pejabat tekhnis di Pemerintah Kota Bima pun, yang ditanya dimana uang jaminan tersebut enggan berkomentar. Bungkam seolah menjadi pilihan terbaik, dari pada berkomentar untuk persoalan yang tidak jelas.

Sorotan dimana uang jaminan keseriusan beberapa kali disampaikan Anggota DPRD Kota Bima. Nama bekas Kabag Ekonomi Setda Kota Bima, M. Farid – sekarang Asisten I – sering disebut. Karena Farid yang dulu lantang mengaku uang jaminan itu ada.

“Dulu Farid Mantan Kabag Ekonomi yang pasang badan mengaku uang jaminan itu ada. Tapi sekarang mana uangnya, uang jaminan itu hanya akal – akalan saja,” tuding Anggota DPRD Kota Bima, Sudirman DJ, beberapa waktu lalu.

Assisten I Setda Kota Bima M. Farid yang berusaha dikonfirmasi masalah itu juga memilih enggan berkomentar. Karena masalah itu bukan lagi kewenangannya. “Jangan tanya saya, silahkan tanya dinas tekhnis” saran Farid.

Sementara itu, Kabag Ekonomi Setda Kota Bima Nurjanah yang ditanyakan, juga tidak mau berkomentar dan memilih menghindari.

“Uang jaminan keseriusan sudah bukan urusan di bagian ekonomi, sekarang sudah menjadi kewenangan Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Pertambangan,” bebernya sembari bergegas masuk ruang kerjanya.

Kemudian di tempat berbeda, Kepala Dinas PU dan Pertambangan Kota Bima, Muhammad Amin juga enggan berkomentar dan terkesan menghindari pertanyaan wartawan.

“Masalah tambang marmer sekarang sudah menjadi wewenang pihak Provinsi NTB,” tandasnya.

*Eric

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *