oleh

Warga Melayu Sorot Pemerintah yang Abaikan Cagar Budaya

-Kabar Bima-6 kali dibaca

Kota Bima, Kahaba.- Di Kecamatan Asakota terdapat sejumlah peninggalan sejarah. Seperti, Masjid tertua di Kelurahan Melayu dan kuburan para ulama di sekitar Ule Kelurahan Jatiwangi. Namun dua cagar budaya tersebut tidak diperhatikan dan dilestarikan oleh Pemerintah Kota Bima.

Reses DPRD Kota Bima Dapil I di Kelurahan Melayu. Foto: Bin
Reses DPRD Kota Bima Dapil I di Kelurahan Melayu. Foto: Bin

Warga Kelurahan Melayu, saat menerima Reses Anggota DPRD Kota Bima Dapil I Kecamatan Asakota mengungkapkan keperihatinannya melihat kondisi peninggalan sejarah itu. Dari dulu, Pemerintah tidak ada upaya untuk melestarikannya.

Novel, warga Melayu mengatakan, Masjid tertua tersebut menjadi bangunan usang yang diabaikan. Padahal keberadaannya memiliki sejarah besar bagi perkembangan Islam di Bima, namun Pemerintah seolah tutup mata.

Tidak hanya itu, cagar budaya seperti kuburan ulama di sekitar Ule Kelurahan Jatiwangi juga sama sekali tidak diperhatikan. Malah, keberadaannya sudah ditutupi oleh bangunan dan cafe serta tempat hiburan.

Untuk itu, dirinya sangat berharap kepada DPRD Kota Bima untuk mendorong Dinas terkait agar peduli terhadap cagar budaya dan peninggalan bersejarah seperti itu.

“Kami apresiasi upaya dewan memperjuangkan pembangunan di Asakota. Tapi tolong jangan lupakan sejarah. Perhatikan dan lestarikan cagar budaya seperti yang jelaskan itu,” pintanya.

Menjawab aspirasi tersebut, Anggota DPRD Kota Bima, M. Nor berjanji akan mengupayakan panggil Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk memperhatikan cagar budaya tersebut. Bila perlu mengajukan pos anggaran khusus pelestarian Cagar Budaya, untuk diperjuangkan oleh Dewan.

“Kami sepakat cagar budaya seperti itu memang harus dilestarikan, karena itu sejarah, dan Kelurahan Melayu memang memiliki sejarah tersendiri, karena orang-orang Melayu lah yang telah membawa Islam untuk Kerajaan Bima,” jelasnya.

*Bin

Komentar

Kabar Terbaru