oleh

Polisi Gelar Operasi Penertiban Petasan di Kota Bima

-Kabar Bima-890 kali dibaca

Kota Bima, Kahaba.- Keluhan warga kota akibat merebaknya peredaran petasan selama bulan ramadhan diatensi oleh jajaran Kepolisian Sektor Rasanae Barat dengan menggelar operasi penertiban Selasa (24/7). Ratusan petasan berbagai jenis pun berhasil diamankan di sejumlah Kelurahan. Pelaku yang kedapatan membawa petasan pun digelandang ke kantor Polsek untuk membuat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya.

Ilustrasi

Kepada awak media, Kapolsek Rasanae Barat, IPTU Nurdin mengungkapkan pihaknya telah menggelar operasi penertiban peredaran petasan di beberapa tempat. Dari razia yang dilakukan, ratusan petasan berbagai ukuran berhasil disita di Kelurahan Lewirato. Menurut Nurdin, di kelurahan tersebut petugas mendapatkan hasil operasi yang terbanyak.

Tak hanya di Lewirato, petugas juga melakukan penyisiran si sejumlah ruas jalan. Di bilangan Amahami misalnya, polisi banyak mengamankan petasan yang disembunyikan pelaku di kantong celana. “Selain Amahami, kami juga mengamankan di sejumlah jalan lain. Biasanya saat petasan berbunyi, di kantong celana mereka pasti ditemukan lima sampai enam petasan yang tersisa,” ungkap Nurdin. Lanjutnya, jika ada penjual maupun pengguna yang ditangkap, pihaknya akan menggelandangnya ke kantor Polsek untuk membuat surat pernyataan tidak mengulangi lagi.

Nurdin mengungkapkan operasi ini digelar atas banyaknya pengaduan masyarakat yang merasa resah akibat letusan petasan (mercon). Letusan petasan belakangan ini sering terdengar, apalagi menjelang malam, setelah sholat tarawih, juga di subuh hari. Tak jarang petasan mengganggu warga yang beristirahat atau tengah beribadah.

Untuk itu Nurdin mengaku telah menginstruksikan jajarannya untuk ditempatkan pada sejumlah titik khususnya dekat sarana ibadah.  Tujuannya semata-mata ingin menciptakan suasana tenang dan damai bagi warga yang menjalankan ibadah puasa. “Untuk itu saya menghimbau kepada seluruh masyarakat, agar tidak lagi membeli dan menyalakan petasan. Jika hal itu tetap saja ada, maka sama halnya tidak memberikan rasa aman dan nyaman bagi yang lain menjalankan ibadah puasa,” pesan Nurdin menutup wawancara kami di kantornya. [BS]

Komentar

Kabar Terbaru